Sudikerta Libatkan Pramuka Jadi Relawan Penanggulangan Bencana

Gerakan Pramuka Peduli menjadi relawan penanggulangan bencana di Kintamani

Bangli, balipuspanews.com – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta kembali meninjau daerah Kintamani, Bangli, dengan melibatkan Gerakan Pramuka Peduli untuk ikut menjadi relawan penanggulangan bencana, pada Rabu (15/2).

Peninjauan kali ini yang dilangsungkan di Posko Unit Kintamani berlokasi di Kantor Camat Kintamani, di mana Wagub Sudikerta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwarda Bali, melibatkan Gerakan Pramuka Peduli yang diasuhnya untuk ikut menjadi relawan penanggulangan bencana. Baik berupa pengumpulan bantuan materiil dan non-materiil, maupun turun langsung ke lapangan melakukan penanggulangan.

Pada kesempatan itu, Wagub Sudikerta mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap adanya musibah bencana, salah satunya dengan tetap menjaga keharmonisan alam dan selalu menjaga lingkungan, serta tak lupa mohon keselamatan kepada Tuhan.

“Keharmonisan alam sangat penting, kita wajib menjaga lingkungan kita, jika ada lahan yang gundul maka perlu kita reboisasi, selalu ingat dengan Tuhan, itu akan bisa menjauhkan kita dari musibah,” ujar Sudikerta, seraya menyampaikan ucapan terima kasihnya terhadap empati masyarakat yang sangat tinggi untuk ikut peduli terhadap sesama dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan.

Baca Juga :  Suastika Bahagia, Dua Kali Melahirkan Istrinya Dilayani dengan Memuaskan Berkat JKN

Terkait berbagai bantuan yang diterima, Wagub Sudikerta mengimbau Komandan Kodim (Dandim) 1626 Bangli selaku penanggung jawab posko bantuan agar mendata setiap bantuan yang datang, dan yang terpenting dalam penyaluran diharapkan bisa secara merata dan tepat sasaran.

“Bantuan-bantuan yang diterima tolong disalurkan dengan seksama, jangan sampai salah sasaran, harus kita berikan kepada warga yang berhak yang menjadi korban bencana,” jelas Sudikerta.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam waktu dekat ini sebagai rencana penanggulangan terhadap warga korban bencana yang kehilangan rumahnya, Wagub Sudikerta berencana melibatkan unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta gerakan pramuka untuk ikut membantu pengerjaan pembangunan bedah rumah.

Pihak BPBD pun diharapkan terus melaksanakan penanggulangan bencana di lokasi, serta mengevakuasi warga yang masih berada di daerah-daerah rawan agar musibah tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Bupati Sedana Arta Buka Pelatihan Guru Metode Gasing di Universitas Sugriwa

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, I Ketut Wija yang juga menjabat Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Bali, bahwa dilibatkannya gerakan Pramuka merupakan satu bentuk implementasi pengetahuan yang didapat. Disamping juga tanggap bencana dalam gerakan pramuka peduli.

Menurut dia, gerakan tersebut tidak hanya sebatas memberikan bantuan tenaga di dapur umum dan evakuasi, namun juga dalam hal penggalian dana bantuan.

Hingga saat ini, gerakan tersebut menurutnya sudah berhasil mengumpulkan dana sekitar 109 juta yang akan disalurkan di tiga kabupaten yang mengalami bencana, yakni masing-masing daerah Banyuning-Singaraja sekitar Rp 26 juta, daerah Tianyar-Karangasem sekitar Rp 21 juta, serta daerah Kintamani-Bangli sekitar Rp 62 juta.

Baca Juga :  Bupati Sedana Arta Buka Konferensi ICONIST di Desa Wisata Penglipuran Bangli

Tak hanya gerakan Pramuka, jajaran staf di instansi yang dipimpinnya juga berhasil mengumpulkan dana bantuan secara spontan sebesar Rp 8 juta lebih yang akan disalurkan untuk korban bencana daerah Kintamani.

Tak ketinggalan, seluruh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menjadi mitra kerja Disnakertran Prov Bali menurutnya juga dilibatkan dalam menggalang berbagai bantuan, yang di antaranya berupa sembako, pakaian layak pakai, mie instant dan sebagainya.

Sebelumnya, Wagub Sudikerta juga berkesempatan menyambangi lokasi bencana di daerah Banyuning, Singaraja untuk menyerahkan sejumlah uang santunan serta dana bantuan hasil penggalian gerakan P ramuka, serta untuk memberikan dukungan moril agar para korban bisa tabah menghadapi musibah.