25.8 C
Denpasar
19/09/2021, 7:40 AM
NasionalJakartaSudirta: Penanganan Over Kapasitas Lapas Bisa Diatasi dengan Penerapan Hukum Adat

Sudirta: Penanganan Over Kapasitas Lapas Bisa Diatasi dengan Penerapan Hukum Adat

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Bermacam persoalan seringkali muncul di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, termasuk terkait over kapasitas yang terjadi di beberapa lapas di Indonesia.

Kasus terakhir, insiden Kebakaran di Lapas Klas I Tangerang, Banten yang menewaskan 48 dan 73 napi terluka pada Rabu (8/9/2021) telah membangunkan kembali permasalahan lama yang dinilai sudah seperti penyakit akut stadium 4.

Anggota Komisi III DPR RI Wayan Sudirta mengusulkan perlunya menerapkan peradilan restoratif dengan mengedepankan hukum adat yang berlandaskan pada azas manfaat.

Penegasan disampaikan Wayan Sudirta dalam diskusi Forum Legislasi dengan tema ‘Over Kapasitas Lapas, RUU Pemasyarakatan Dibutuhkan’ di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Hadir pembicara lainnya Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, serta Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar.

Sudirta menjelaskan sesungguhnya UU KUHP merupakan produk UU dari negara belahan dunia Barat, namun karena diawal kemerdekaan bangsa Indonesia memerlukan kepastian hukum dalam sistem peradilannya maka dipakai saja UU KUHP.

“Padahal sebelum adanya KUHP kita punya adanya peradilan adat jika peradilan adat diterapkan pasti kejadian hari ini tidak akan separah ini. Sebab di dalam peradilan adat, sanksi penjara itu tidak ada. Jika peradilan adat ditolak sebagian atau secara bertahap maka kejadian ini tak akan separah ini,” kata Sudirta.

Secara umum, Legislator dari daerah pemilihan Bali ini mengaku sepakat bahwa dari sisi teori hukum memang budaya hukum, struktur hukum, sanksi hukum di Indonesia yang menyebabkan semua persoalan berkaitan dengan pembinaan narapidana di Lapas terjadi karena lemah perangkat hukum, maka terjadilah kasus-kasus seperti di lapas.

Namun, kata dia, kalau menyorot lembaga pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM selaku lembaga yang mewadahi Lapas maka tidak fair. Sebab, kata Sudirta bicara Lapas harus bicara dari hulu hingga ke hilirnya.

Oleh karena itu, ia menekankan perlunya mengoreksi penerapan sistem hukum selama ini yang masih menggunakan sistem hukum warisan kolonial.

“Jadi kenyamanan itu muara akhir. Bukan penjara. Penjara itu derita. Oleh karena itu, jauhkan putusan-putusan itu dari penjara dengan cara duduk bersama,” ujarnya.

Sudirta berharap dalam penanganan masalah hukum ke depan, tidak semata mengedepankan kepastian hukum. Ia menekankan pentingnya polisi, jaksa, hakim, pemerintah, DPR duduk bersama dalam penyelesaian masalah hukum.

“Kita lakukan sikap progresif untuk tegakkan keadilan. Bukan asas kepastian hukum semata tetapi asas manfaat jauh lebih penting dari kepastian hukum. Keadilan jauh lebih penting dari kepastian hukum dan ketertiban jauh lebih penting dari kepastian hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Sudirta mengatakan sistem peradilan adat lebih memiliki aspek manfaat ekonomi berupa sanksi denda, kerja sosial serta sanksi sosial. Denda dari pelaku tidakan pidana telah membuat perekonomian negara terbantu karena produktivitas pelaku kejahatan tetap terjaga.

Selain hukum adat juga memiliki kelebihhan yaitu tidak ada yang protes terhadap putusan hakim adat karena menimbulkan kenyamanan masyarakat. Maka tidak akan terjadi over kapasitas penjara seperti kejadian yang selama ini telah menjadi persoalan yang belum juga dapat diselesaikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengatakan, masalah over kapasitas Lapas ini adalah masalah lama yang juga belum serius ditangani.

“Bayangkan saja, para napi itu tidur seperti ikan pindang. Bahkan, sampai harus bergantian dan bergelantungan di dalam kamar tahanan. Sangat tidak manusiawi, dan jika terjadi kasus seperti kebakaran kemarin sudah pasti akan banyak korbannya,” kata Adies.

Bahkan, ia mengungkapkan, hampir seluruh Lapas yang ada di Indonesia mengalami hal tersebut. Kebanyakan napi narkotikalah yang mendominasi dalam hal jumlah di setiap Lapas.

“60-70 persen Lapas di Indonesia di isi oleh tahanan narkotika,” ungkapnya.

Di sisi lain, penangan hukum oleh aparat penegak hukum, serta sistem yang mengatur serta Undang-undangnya masih belum bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Jadi, inilah yang menjadi titik fokus kami di Komisi III dalam merevisi RUU Pemasyarakatan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Saat ini RUU Permasyarakatan saat ini sudah masuk Prolegnas Prioritas 2021. Kami juga akan kembali bahas ini dengan Kemenkuham terkait over kapasitas tersebut,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan sedikitnya ada 3 permasalahan berdasarkan teori sistem yang harus diselesaikan untuk mengatasi permasalahan di Lapas.

“Ada 3 hal untuk menyelesaikan, regulasi atau substansi hukum, struktur hukum kelembagaan lapas dan budaya hukumnya,” ungkapnya.

Ia menilai, penegakan hukum di Indonesia hingga saat ini masih belum murni dan konsekuen. Misalnya dalam penegakan hukum kasus narkotika, Arsul mengungkapkan hampir 50 persen penghuni lapas saat ini adalah terpidana kasus narkoba yakni penyalahguna murni yang bukan pengedar, apalagi bandar.

“Undang-Undang Narkotika sudah tegas menyatakan bahwa pengguna atau penyalahgunaan guna murni diproses hukum tetapi ujungnya adalah rehabilitasi, tapi penegak hukum belum melaksanakan ini secara murni dan konsekuen dan konsisten, apalagi di daerah. Inilah sebetulnya sumber utama, kasus narkotika, jika ini ditegakkan, over-capacity akan sangat banyak bisa dikurangi,” ujarnya.

Untuk itu, penegakan hukum di Indonesia menurutnya perlu dibenahi, salah satunya dalam penegakan hukum kasus narkotika.

“Maka di revisi undang-undang narkotika bertekad ini harus diselesaikan. Kami di Komisi III baik oposisi maupun koalisi sepakat soal penegakan hukum yg murni dan konsekuen,” kata Arsul.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of