Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan bersama Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Klungkung melaksanakan kegiatan supervisi ke salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Gianyar
Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan bersama Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Klungkung melaksanakan kegiatan supervisi ke salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Gianyar

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan bersama Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Klungkung melaksanakan kegiatan supervisi ke salah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Gianyar. Rumah sakit yang dikunjungi adalah Rumah Sakit Umum Famili Husada.

Supervisi tersebut adalah dalam rangka memastikan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan salah satunya adalah Rumah Sakit Famili Husada telah berjalan sesuai dengan apa yg telah ditentukan, kami berharap Rumah Sakit Famili Husada, bisa menjadi role model untuk pelaksanaan LSS sehingga kedepannya bisa dilaksanakan disemua Provinsi Bali seperti yang juga telah terlaksana di Rumah Sakit Sanglah dan Rumah Sakit Kerta Husada,” ungkap dr. I Made Pujayasa selaku Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan.

Puja menerangkan LSS adalah singkatan dari Learn Six Sigma yang merupakan suatu metode dalam meningkatkan kecepatan dan kmampuan proses dalam menjaga kualitas produk/jasa dan kepuasan pelanggan. LSS di Rumah Sakit Famili Husada sendiri menyangkut 4 titik kritis optimalisasi pelayanan antara lain : Antrian online (mengurangi keluhan peserta terkait antrian yang panjang) informasi online Ketersediaan aplikasi tempat tidur (untuk memudahkan peserta mengakses dan mengetahui jumlah tempat tidur yang masih tersedia), Finger print (untuk menghindari adanya fraud atau penyalahgunaan kartu dari peserta), Jadwal operasi elektif (diupayakan agar tidak terlalu lama).

Menerima kunjungan dari BPJS Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Famili Husada, dr. Koen Virawan, MARS (50) menyampaikan terdapat beberapa hal yang diharapkan sebagai inovasi yang dapat memudahkan kinerja rumah sakit dalam memberikan pelayanan seperti misalnya bridging SIMRS (aplikasi pelayanan rumah sakit) dengan dukcapil, perlunya audit klaim dilakukan minimal per 3 bulan pelayanan, sehingga bisa menjadi pembenahan kebelakang dan hal lain yang dapat memudahkan pelayanan kepada peserta.

“kami memiliki harapan antrian disini tidak terlalu banyak, oleh karena keterbatasan tempat yang kami miliki, sehingga dengan pendaftaran online peserta mengetahui kepastian jadwal jam berapa kira-kira bisa bertemu atau konsultasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), kami sangat bersyukur dan bangga bisa dipilih sebagai pilot project untuk LSS ini demi perubahan yang lebih baik, semoga dengan LSS ini dapat membuat perubahan yang signifikan terhadap layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta JKN,” dr. Koen, sapaan akrabnya.

Supervisi ini juga menegaskan kemudahan layanan lain dari BPJS Kesehatan di era penyesuaian iuran sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019, antara lain adalah  BPJSPraktis (BPJS Perubahan Kelas Tidak Sulit) untuk menjawab fenomena banyaknya peserta yang turun kelas akibat penyesuaian iuran, kemudian MCS (Mobile Customer Service) yaitu upaya jemput bola BPJS Kesehatan yang turun langsung ke lokasi keramaian atau berdasarkan undangan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan JKN-KIS.

Yang terakhir adanya BPJSSATU (BPJS Siap Membantu) yaitu penyediaan petugas di rumah sakit yang bertugas khusus membantu peserta untuk urusan JKN-KIS dengan karakteristik khusus seperti misalnya rompi berwarna kuning dan dilengkapi atribut lainnya. (rls/bpn/tim)