27.6 C
Denpasar
07/12/2021, 4:19 AM
NasionalJakartaSyarat PCR Perberat Beban Industri Penerbangan

Syarat PCR Perberat Beban Industri Penerbangan

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Kondisi penerbangan di Indonesia yang belum sepenuhnya pulih masih harus menanggung beban akibat aturan yang mewajibkan penumpang pesawat harus tes polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat bebas Covid-19.

Syarat yang dipersoalkan tersebut yaitu Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali. Padahal, para penumpang telah mengantongi sertifikat vaksinasi Covid-19.

Anggota Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah mengungkapkan kerugian yang dialami industri penerbangan selama pandemi mencapai angka Rp 2.867 triliun. Angka tersebut setara dengan keuntungan selama 9 tahun industri penerbangan secara global.

“Jadi berat juga, apalagi tidak semua orang bisa masuk industri penerbangan. Ditambah lagi dengan persyaratan adanya PCR, padahal sebelumnya hanya antigen. Lalu, mengapa saat pandemi melandai justru disuruh wajibkan PCR,” kritik Neng Eem dalam diskusi Forum Legislasi bertema ‘Menyoal Aturan Penumpang Pesawat Wajib PCR’ di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ini mengatakan syarat PCR penerbangan berdasarkan Inmendagri Nomor 53 sebagai kebijakan mundur. Sebab pandemi sudah melandai dan kesadaran masyarakat akan vaksinasi sudah mulai banyak. Masyarakat juga sudah merasakan bahwa vaksinasi berguna untuk meningkatkan imunitas mereka.

Sehingga, kata Neng Eem, momentum landainya pandemi bisa dijadikan untuk meningkatkan kebangkitan perekonomian masyarakat.

“Jelas ini merugikan tidak hanya di industri penerbangan, tetapi pelaku ekonomi lainpun saya kira itu juga memberatkan, apalagi masyarakat menengah ke bawah,” keluhnya.

Meski harga PCR telah diturunkan dari awalnya Rp 900.000 dan berlaku selama 14 hari. Kini harga PCR menjadi Rp 500 ribu, namun ternyata berlakunya hanya 2 x 24 jam.

“Jangan sampai harga PCR dikurangi, namun masa berlakunya dipersempit lagi, jangan seperti itu, kasihan masyarakat kita yang masih sulit,” tegasnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengakui Inmendagri telah menimbulkan pro dan kontra hingga saat ini. Ia mendesak pemerintah menjelaskan pertanyaan di masyarakat terkait persoalan itu. Ia menekankan agar syarat tes PCR dalam penerbangan menimbulkan kesulitan masyarakat melakukan penerbangan.

“Saya memahami suara batin masyarakat, apalagi saat diupayakan penyesuaian-penyesuaian dengan adanya dibuka wisata dan lainnya,” kata Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Bila tidak dijelaskan secara benar, ia khawatir akan menimbulkan kecurigaan bahwa ada nuansa bisnis dari kebijakan ini. Karena begitu ada kewajiban PCR, serta merta banyak labolatorium yang menyediakan jasa PCR dan lembaga yang memberikan izin.

“Ini menjadi kurang bijak, sehingga menimbulkan stigma masyarakat terhadap laboratorium adalah hanya untuk kegiatan bisnis,” sebut Rahmad.

Pembicara lainnya, Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah mengakui ada dua sisi kepentingan yang berbeda dalam persoalan ini, yaitu dari sisi pemerintah yang tetap berupaya menjaga dan menekan penularan Covid-19 karena memang pandemi belum sepenuhnya tuntas, sedangkan di sisi lain ada kepentingan masyarakat.

Terkait problem yang dihadapi masyarakat, menurut Trubus sebenarnya adalah pada soal harga PCR yang masih tergolong mahal. Dengan harga kekinian sebesar Rp 500 ribu dan hanya berlaku 2 harga, tentu masyarakat keberatan karena boleh jadi ketika perjalanannya lebih dari 3 hari, maka masyarakat harus PCR lagi dan bayar lagi.

Oleh karena itu, Trubus meminta pemerintah dapat menetapkan harga yang sangat murah untuk tarif PCR saat ini. Ia membandingkan harga tes PCR di India hanya Rp 98 ribu.

“Seharusnya di Indonesia juga bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Praktisi Media John Andi Oktaveri menegaskan pemerintah perlu meluruskan dan menangani tudingan miring tentang kentalnya unsur bisnis dalam persoalan ini.

“Sebab dari kualitas, ketersediaan dan fasilitas laboratorium penguji hasil tes PCR, ternyata yang bisa dimanfaatkan oleh oknum calo,” ujar John.

Ia mencontoh, salah satu kejadian yang menimpa wisatawan asing di Bali, yang harus membayar biaya tes PCR ekspres sebesar Rp 1,9 juta. Dari fakta itu kata John, hasil PCR menjadi komoditas yang bisa diperjualbelikan.

Ia juga berharap masa berlaku PCR diperpanjang bukan lagi 2 x 24 jam melainkan 7 x 24 jam. Hal itu akan memudahkan calon penumpang untuk merencanakan pembiayaan perjalanan.

“Sehingga tidak membuat calon penumpang dikejar oleh biaya tes PCR,” tegas John.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Cuaca Ekstrem, BPBD Catat Dua Titik Longsor dan 18 Pohon Tumbang di Karangasem
01:44
Video thumbnail
Tahun Depan Gaji Tenaga Kontrak di Kabupaten Jembrana Akan Dinaikkan
02:47
Video thumbnail
Antisipasi Masuknya Varian Omicron, Turnamen International Youth Championship Ditunda
02:59
Video thumbnail
Kantin Sekolah Dasar Pengiangan, Bangli Terbakar, Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta
02:35
Video thumbnail
Ratusan Liter Arak dan Puluhan Ekor Ayam Diamankan
02:39
Video thumbnail
Kecam Joged Porno, Gubernur Koster Minta Aparat Tegas
04:19
Video thumbnail
Antisipasi Dampak La Nina, Semua Pihak Diminta Sigap Untuk Saling Bantu
03:45
Video thumbnail
Drainase Tersumbat, Sekolah dan Puskesmas di Seririt Terendam Banjir
02:50
Video thumbnail
Sempat Vakum Dua Tahun, Makepung Jembrana Cup Kembali Digelar
03:01
Video thumbnail
Pohon Bunut Besar Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Kutampi
02:02
Video thumbnail
DPRD Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:01
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Member of