Ilustrasi candu
Ilustrasi candu
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

DENPASAR, balipuspanews. con- Dari peredaran narkoba di Tanah air ini, hanya Bali yang jadi pusat sasaran masuknya narkotika jenis Heroin. Namun untuk pengguna Ganja mulai ramai di Bali, baik itu jenis sintetis maupun Ganja murni.

Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko mengatakan Bali merupakan daerah yang memiliki ketahanan paling baik terhadap narkoba. Namun Bali menjadi satu-satunya tempat di Indonesia yang menjadi tempat peredaran narkoba jenis heroin.

“Peredaran narkotika yang ada heroin, cuma ada di Bali. Karena daerah pariwisata yang banyak dikunjungi turis asing,” ujarnya.

Menurutnya stigma yang ada di masyarakat membuat para penyalahguna sulit untuk mengakses layanan rehabilitasi yang ada. Hal inilah yang mendasari kegiatan Rehabilitasi kedepannya dilaksanakan di masyarakat oleh masyarakat itu sendiri melalui kegiatan rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) dan agen pemulihan.

Itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pencanangan Layanan Rehabilitasi berbasis Masyarakat (RBM) dan Agent Pemulihan Dalam Rangka Mewujudkan Desa Bersinar 2019 di Provinsi Bali pada hari Rabu pagi (15/5) bertempat di Jalan Pemogan no 153 Denpasar Selatan,Bali.

“Kita harapkan pemogan langsung menjadi daerah bersih narkoba. Narkoba adalah silent enemy, masuknya tidak diketahui, peredaran sangat cepat. Apalagi di desa ini sangat banyak tempat kos,saya harap kepala desa sangat peduli dan monitor terus karena hal itu sangat riskan terkena lahgun narkoba,” ungkap Kepala BNN RI

Adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masing-masing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan.

Diharapkan semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika.

Dari data perwilayah, desa Pemogan sendiri  masuk zona merah karena di sana banyak sekali rumah kos yang ditempati para pekerja yang dominan bekerja di tempat hiburan malam.

“Ada 654 daerah rawan narkoba Di Indonesia , Bali mendapatkan 3 daerah wilayah rawan dan dari wilayah tersebut berbeda pula penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Dibeberkannya untuk wilayah Seminyak dominan penggunaan heroin, daerah Pemogan pengguna sabu mulai merambah dan Tabanan mayoritas banyak pengguna ganja.

Data rehabilitasi pada tahun 2019 sampai Bulan Mei 2019 ini sejumlah 92 orang ,dimana data ini didapatkan dari voluntary, Compulsary TAT,Serta Compulsary Operasi.

Dimana Sebanyaj 84 orang adalah pria Dan 8 orang wanita. Pada tahun 2018 layanan Pascarehabilitasi yang terdiri dari 3 komponen  yaitu rumah damping, pasca rehabilitasi reguler dan rawat jalan lanjut mempunyai capaian 221 sama dengan 92 persen serta Drop Out (DO) Sebanyak 2,7 persen.

Kedepannya agar dalam setiap kegiatan agama dimasukkan program P4GN dimana dalam Inpres no 6 tahun 2018 agar semua instansi melaksanakan program P4GN maka itu BNN mendorong semua instansi bergerak. Bahkan (14/05) lalu Gubernur Bali telah membuat aturan bahkan menandatangani pararem secara serentak.

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...