Tabrak Lari, Bocah SD Meregang Nyawa

Ilustrasi police line
Ilustrasi police line

DENPASAR, balipuspanews.com –
Tragis benar nasib Yasinta Larasati,10, bocah malang yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Yasinta meregang nyawa, setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Gunung Salak Denpasar Barat, Jumat (17/1/2020) sore. Polisi masih memburu pengendara motor yang kabur pasca kejadian.

Peristiwa yang dialami bocah perempuan yang tinggal di Jalan Galeria III, Denpasar itu bermula korban  mengendarai motor Honda Beat nomor Polisi AB 4128 PY. Ia membonceng temannya Laurensia Nandasandita Dewi.

Keduanya mengendarai motor melaju dari arah utara menuju selatan, sekitar pukul 16.45 Wita.

“ Laju kendaraan mereka sedang,” ungkap sumber petugas Satlantas di lapangan, Jumat (17/1/2020).

Setibanya di Jalan Gunung Salak Utara, Denpasar Barat, seorang pengendara motor yang identitasnya belum diketahui menyalip kendaraan korban. Namun karena terlalu dekat, motor pelaku menyenggol stang motor korban sebelah kiri.

“ Korban gelagapan disenggol, ia tidak bisa menguasai stang dan motornya oleng. Korban sepertinya belum mahir mengendarai motor karena masih dibawah umur,” ujar sumber.

Insiden senggolan itu mengakibatkan motor korban oleng. Ditambah Dewi yang berada diboncengan panik, motor akhirnya tidak terkendali. Akibatnya motor Beat yang mereka kendarai terjatuh.

Nahas, korban Yasinta terpental dengan kepala lebih dulu menghantam aspal. Begitu juga dengan Dewi yang juga terjungkal.

“ Pengendara motor kepalanya terbentur dan tak sadarkan diri di TKP. Sedangkan yang dibonceng sadar dan mengalami luka di dahi dan lecet-lecet,” bebernya.

Warga yang melihat peristiwa kecelakaan bergegas melarikan korban ke Puskesmas Kesambi Denpasar. Apa mau dikata, korban Yasinta akhirnya meregang nyawa.

Kasus ini masih ditangani jajaran Satlantas Polresta Denpasar. Polisi masih menyelidiki identitas pelaku tabrak lari tersebut.

“ Motor pelaku bernomor polisi luar. Masih dilacak identitas pengendaranya,” beber sumber.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Muhammad Nurul Andi Yaqin mengatakan kasusnya masih ditangani pihak Satlantas Polresta Denpasar.

“ Pelaku masih dikejar,” ungkapnya sembari berharap agar orang tua tidak membiarkan anak-anaknya mengendarai motor karena sangat berbahaya. (pl/tim/bpn)