Tahun Baru Saka 1943 di Tabanan, Ogoh-ogoh Ditiadakan

Ketua PHDI Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM
Ketua PHDI Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM

TABANAN, balipuspanews.com – Pada Minggu tanggal 14 Maret 2021 umat Hindu khususnya di Bali akan merayakan Hari Suci Nyepi atau Tahun Baru Saka 1943. Lalu bagaimana proses menyambut Tahun Baru Saka ditengah pandemi Covid-19 ini?

Dalam rapat pengurus PHDI Kabupaten Tabanan pada Jumat (19/2/2021), terungkap bahwa adanya beberapa perbedaan Nyepi tahun 2021 ini dengan perayaan Nyepi sebelum mewabahnya Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Ketua PHDI Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM.

Tontra yang juga Ketua Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Tabanan ini, perayaan Nyepi tahun 2021 ini tidak akan dimeriahkan dengan pengarakan ogoh-ogoh. Pengarakan ogoh-ogoh ini biasanya berlangsung pada rahina Pengrupukan atau sehari sebelum pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

“Pada rahina Pengrupukan tahun 2021 ini kita di Tabanan tidak melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh. Kebijakan ini diambil untuk menghindari terjadinya kerumuman dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Dalam rapat yang juga dihadiri para pengurus PHDI masing-masing kecamatan se-Tabanan ini Tontra juga mengatakan, selain meniadakan pengarakan ogoh-ogoh, pada rahina Pengrupukan menyambut Tahun Baru Saka 1943 ini juga meniadakan tetabuhan baleganjur.

“Untuk prosesi mabuu-buu tetap bisa dilakukan tetapi hanya dilingkungan masing-masing dan mengedepakan prokes,” imbuhnya.

Khusus untuk prosesi melasti, bagi Desa Pakraman yang lokasinya berada dipinggir pantai atau didekat danau bisa melakukan pemelastian. Namun prosesi melasti ini tetap mengikuti prokes dan peserta maksimal 25 orang.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini, prosesi pemelastian untuk menyambut Tahun Baru Saka 1943 sebaiknya dilakukan dengan cara Nyunia atau Ngubeng,” jelasnya.

Tontra kemudian mengingatkan seluruh krama Tabanan untuk menghormati dan menyucikan pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Salah satu caranya dengan melakukan Catur Brata Penyepian itu secara baik dan disiplin.

Penulis : Arthadana 

Editor : Oka Suryawan