Tajen Taruhan Urusan Polisi, “Tabuh Rah” Diatur dalam Perda

Wayan Gunawan

Denpasar,  balipuspanews. com-Sabungan ayam atau tajen dengan taruhan urusan polisi,  sedangkan tajen persembahan atau tabuh rah  baru diatur dalam Perda atraksi budaya.

“Tabuh rahnya diatur dalam Perda,  kalau tajen dengan taruhan atau  judi itu urusan polisi yang membubarkan, ” kata Ketua Pansus Ranperda Atraksi Budaya Tradisional Bali, I Wayan Gunawan usai sidang paripurna tanggapan Kepala Daerah terhadap ranperda inisiatif DPRD yakni Atraksi Budaya Tradisional Bali dan keolahragaan di Ruang Sidang DPRD Bali,  Senin (9/4)

Terkait persoalan ini,  pihaknya akan mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga item. yang dituangkan dalam Perda nantinya pas dan tidak menimbulkan masalah.

Pada prinsipnya, kata Gunawan,  Perda ini nantinya untuk mengatur soal sakral dan propam atau tiruan.

Karena selama ini,  masih sangat rancu penerapannya di masyarakat utamanya untuk kegiatan masyarakat.

Misalnya tarian sakral Sang Hyang, tarian ini hanya boleh dipentaskan pada ruang dan waktu yang telah ditentukan.

Tetapi kadang -kadang tarian ini dipentaskan untuk kepentingan pariwisata.

“Intinya perda atraksi budaya tradisional Bali dibuat untuk melestarikan seni tradisi dan budaya yang dimiliki bali,  ” ujarnya.

Lebih jauh ditekankan,  kalau Perda ini tengah digodok serius serta dibuka bagi masyarakat untuk memberikan masukan serta saran.

Sehingga finalnya nanti Perda ini benar benar mampu melestarikan budaya Bali.

Ketua DPRD Bali,  I Nyoman Adi Wiryatama dalam kesempata itu berharap agar pro dan kontra di masyarakat menjadi semangat untuk pansus dalam bekerja guna menyusun Ranperda menjadi Perda.