Tajen Tidak Salah, Unsur Judinya Yang Perlu Disikapi

Ilustrasi tajen (Ist)

Karangasem, balipuspanews.com – “Tabuh Rah” atau tajen belakangan ini tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat.
Tidak hanya di kalangan pemerintahan provinsi, salah satu praktisi hukum di Karangasem juga mulai angkat bicara agar kisruh tajen segera dicarikan solusi.

‘’Tajen tidak salah, unsur judi di dalamnya yang perlu disikapi. Sama dengan sepakbola, kalau di sana ada unsur taruhan kan bukan pertandingannya yang dibubarkan,’’ ujar I Nyoman Pasek, seorang praktisi hukum asal Karangasem yang aktif dalam hal sosial kemasyarakatan, Selasa (10/4).

Pasek menilai, selama ini ada mindset yang keliru soal tajen yang diidentikan dengan judi. Padahal dalam tajen tidak sepenuhnya bicara untung-untungan. Di sana sudah pasti ada unsur tradisi budayanya, bahkan sebuah perjuangan.

Menurutnya, tajen berbeda dengan judi lainnya seperti judi bola adil atau judi dadu yang sepenuhnya didasari oleh keuntungan. Yang terjadi selama ini ialah budaya yang disalahgunakan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan material. Sehingga bisa dilihat kesalahan bukan berada pada arena tajennya tetapi pada perilaku oknumnya.

Untuk itu, Pasek mendukung jika tajen diatur melalui peraturan daerah agar tidak disalahfungsikan oleh beberapa oknum. Hanya saja dirinya juga berpesan, dalam menyusun perda analisanya juga harus jelas dan matang.

Pasek berharap, para pemangku kepentingan khususnya di Bali segera bersikap sehingga ke depannya tajen tidak lagi dianggap sesuatu yang legal. (Suar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here