Denpasar, balipuspanews.com -Satgas Tindak Pemberantasan Kejahatan Jalanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Bali mengamankan 10 pemuda preman jalanan tanpa identitas, dan 7 diantaranya diberikan pembinaan berupa push up ditempat.
Pengamanan ini dilakukan lantaran kegiatan cipta kondisi (Cipkon), dari mulai Senin (20/8) hingga Selasa (21/8) malam.
Ops Cipkon yang berlangsung secara mobiling berlangsung Selasa (21/8) sekitar pukul 23.30 Wita di seputaran jalan Gatot Subroto Denpasar, di Jalan Mahedradatta dan di Jalan Teuku Umar Denbar dan di Taman Kota Lumintang Denpasar.
Baca Juga: Mantan Dewan Klungkung Terseret Penipuan CPNS
Di tempat terakhir ini (lapangan lumintang, red), polisi menemukan 7 orang pemuda tanpa identitas dan selanjutnya diberikan pembinaan berupa push up ditempat. Polisi belum menemukan adanya pelanggaran ataupun tindak pidana lainnya.
Kegiatan Ops Cipkon ini sebelumnya dilaksanakan di beberapa lokasi, Senin (20/8) malam, seperti di seputaran Jalan Gunung Sang Hyang, Gunung Agung, Teuku Umar Barat dan Gatsu Timur, Denpasar barat dan Taman Kota Lapangan Lumintang Denbar.
Dilokasi razia, polisi memeriksa sekumpulan pemuda dan melakukan penggeledahan kendaraan bermotor. Hasilnya, petugas menemukan tiga orang pemuda tanpa identitas di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Selanjutnya, polisi memberikan pembinaan kepada ketiga pemuda tersebut sebelum dilakukan pembubaran.
Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana khususnya kejahatan jalanan, menjelang pertemuan IMF World Bank Annual Meeting di Bali, Oktober mendatang.
“Ini bagian dari pencegahan dan bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan kondusif di wilayah Denpasar dan sekitarnya,” ungkap Kombes Hengky. (pl/bpn/tim)



