Tak Ada Kursi di Parlemen, Dukungan Partai Gelora di Pilkada Tetap Diperhitungkan

Sekjen DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfudz Siddiq
Sekjen DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfudz Siddiq

JAKARTA, balipuspanews.com – Banyak calon kepala daerah (cakada) yang akan bertarung di Pilkada 2020, berkomunikasi dengan Partai Gelora agar ikut dalam barisan koalisi partai-partai pendukung, meskipun tidak berpengaruh terhadap syarat pencalonan karena belum memiliki kursi di parlemen.

“Tetapi Partai Gelora tetap diharapkan oleh para calon kepala daerah dan koalisi partai pendukung. Kita akan all out, kita sudah perintahkan DPW, DPD dan kader untuk memenangkan 135 pilkada,” ucap Sekjen DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfudz Siddiq di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Instruksi disampaikan DPP Partai Gelora karena tidak ingin hanya menjadi penonton dalam ajang kontestasi Pilkada Serentak 2020 yang diselenggarakan di 270 daerah.

Partai Gelora telah menandatangani 135 dukungan terhadap pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah baik itu, untuk pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Dengan 135 dukungan itu, maka Partai Gelora mengikuti 50 persen pilkada dari 270 Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kita tidak bicara menang atau kalah, tetapi sebagai partai baru, Partai Gelora mengikuti 135 pilkada. Ini mengindikasikan kehadiran Partai Gelora diperhitungkan di konteks pilkada,” sebut Mahfudz.

135 dukungan itu terdiri dari 7 pemilihan gubernur (pilgub), 37 pemilihan walikota dan 91 pemilihan bupati. Dari 135 Pilkada tersebut, Partai Gelora berkoalisi dengan berbagai partai politik, termasuk dengan PKS.

Dukungan Partai Gelora antara lain diberikan kepada pasangan Nasrul Abit -Indra Catri di Pilgub Sumbar yang disokong oleh Partai Gerindra.

Di Pilkada Kota Makassar, Partai Gelora bersama Partai Nasdem, Gerindra, dan PBB mendukung pasangan Mohammad Ramdhan Moh Ramdhan Pamanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).

Di Pilkada Kota Tangerang Selatan, Partai Gelora mendukung pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan yang didukung Partai Golkar dan PPP.

Kemudian di Pilkada Sumbawa, Partai Gelora mendukung pasangan Nurdin Ranggabarani-Burhanuddi Jafar Salam disokong Partai Demokrat dan PPP.

Sementara di Pilkada Solo, Partai Gelora mendukung pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso yang didukung PDIP.

“Partai Gelora menilai putra sulung Presiden Jokowi, Gibran berpotensi memenangi Pilkada Solo,” sebut mantan Ketua Komisi I DPR RI ini.

Partai Gelora juga mendukung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby A Nasution di Pilkada Kota Medan yang berpasangan dengan Aulia Rahman Rajh.

“Pasangan Bobby-Aulia yang didukung PDIP, Gerindra, Nasdem, PPP, PAN PSI dan Hanura juga memiliki potensi besar memenangi Pilkada Medan,” katanya.

Koalisi dengan PKS juga terjadi di Pilkada Kota Surabaya. Partai Gelora bersama PKB, Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PPP, dan Nasdem mendukung pasangan bersama Machfud Arifin-Mujiaman.

Dukungan paslon juga diberikan untuk pasangan calon independen atau perseorangan.

“Hal itu terjadi antara lain di Pilkada Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara dan Pilkada Kabupaten Jember, Jawa Timur. Partai Gelora mendukung calon independen,” ungkap Mahfudz.

Di Pilkada Tanjungbalai, Partai Gelora mendukung pasangan independen, Ismail-Afrizal Zukarnain dan di Pilkada Jember mendukung pasangan independen Faidah-Dwi Arya Nugraha Oktaviano.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan