Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengTak Ada Penambahan Pasien Covid, GTPP Imbau Perarem Desa Adat Ikuti Kebijakan...

Tak Ada Penambahan Pasien Covid, GTPP Imbau Perarem Desa Adat Ikuti Kebijakan MDA Provinsi

BULELENG, balipuspanews.com – Desa Adat di Buleleng mulai bersiap menghadapai new normal atau tatanan kehidupan baru, sekitar 80 persen Desa Adat telah menyusun perarem (peraturan desa) untuk menghadapi hal tersebut, Senin (22/6/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng mengimbau perarem desa adat di Buleleng harus mengikuti kebijakan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

Sebab sebagaimana diketahui isi atau format dari perarem telah diatur di dalam MDA Provinsi Bali sehingga yang harus diisi dan setelah ditetapkan nantinya harus disampaikan kembali kepada pihak MDA Provinsi.

Beberapa hal yang diatur didalamnya tentu lebih fleksibel dan diharapkan mengikuti kebijakan kepala daerah masing-masing.

Sekretris GTPP Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengungkapkan bahwa desa pekraman pembinanya adalah Dinas Pemajuan Desa Adat Provinsi Bali, sehingga nantinya perarem yang dibentuk oleh masing masing desa adat di Buleleng bisa mengikuti kebijakan dari Bupati.

Hal tersebut seperti jam buka tutup pasar yang diatur melalui Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng tentang jam buka tutup pasar tradisional dan modern yakni pukul 06.00 s.d 18.00 Wita.

BACA :  Hari Suci Saraswati dari Kacamata Tattwa, Etika, dan Upacara

“Tentu ini harus diatur kembali, jika bisa pengaturan jamnya lebih fleksibel tetapi tentunya mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan kepala daerah,” ungkapnya.

Suyasa yang juga sebagai Sekda Buleleng menambahkan untuk saat ini kondisi perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng semakin melandai atau stagnan, sehingga untuk kasus dikatakan sudah semakin sedikit, maka nantinya tentu Bupati akan kembali mempertimbangakan untuk merubah jam buka tutup pasar, selain itu terkait dengan sanksi yang akan ditetapkan nantinya hal tersebut menjadi kewenangan dari masing masing desa adat itu sendiri.

Bahkan melihat surat edaran dari provinsi yang sudah ditandatangani oleh Sekda Bali menyebutkan bahwa kepada penegak hukum diharapkan melakukan pengawasan dan pembinaan termasuk didalamnya penerapan tindakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Ini tentu membutuhkan sinergitas antar lembaga untuk secara bersama-sama mengawasai setiap perilaku masyarakat,” tambahnya.

Diluar itu pihak GTPP memaparkan terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini menunjukkan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 89 orang, PDP terkonfirmasi sembuh secara kumulatif 79 orang.

BACA :  PDAM Buleleng Catat Ribuan Pelanggan Masih Menunggak Tagihan Air

Untuk PDP terkonfirmasi dalam perawatan sebanyak 10 orang (9 orang dirawat di Buleleng dan 1 orang di rujuk ke Denpasar).

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, ODP yang masih dipantau saat ini 2 orang.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.835 orang, serta OTG yang selesai masa pantau sebanyak 1.632, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 129 orang.

Sementara itu, pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala).

Secara kumulatif berjumlah 3.810 orang dengan rincian 3.652 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 158 orang.

Terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 129 orang, TKI lainnya terdapat 5 orang, pulang dari luar negeri ada satu orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 23 orang.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Putu Artayasa

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular