kabid dikdas i nyoman wenten
kabid dikdas i nyoman wenten

NEGARA,balipuspanews.com- Nasib sekolah swasta di Jembrana semakin merana. Karena tidak mendapat siswa, dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Jembrana tutup.
Kedua sekolah yang tutup tersebut yakni SMP Nasional dan SMPK Harapan. Kedua sekolah swasta tersebut tutup sebabkan minimnya lulusan SD untuk bersekolah disana. Anak-anak lulusan SD lebih memilih sekolah Negeri karena gratis. Kondisi itu mengakibatkan sejak dua tahun ajaran belakangan, tahun ajaran tetakhir tidak menerima siswa.

Kabid Dikdas Dinas Dikpora Pemkab Jembrana I Nyoman Wenten saat dikonfirmasi mengatakan SMP Nasional tidak lagi beroperasi, tetapi bukan tutup. Sekolah itu beralih menjadi SMK Nasional dengan jurusan seni. Peralihan ini sudah disampaikan melalui surat pemberitahuan kepada Dinas Dikpora Jembrana.

“Pihak sekolah mrnyampaikan ada perubahan pada nomenklatur lembaga dari SMP ke SMK,” ujarnya.

Menurut Wenten beralihnya SMP Nasional menjadi SMK jurusan seni, salah satunya disebabkan kurangnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Sehingga pihak yayasan berinovasi menjadi sekolah SMK. Saat ini siswa yang masih ada proses belajar SMP Nasional Negara digabung dengan SMP Berangbang. Karena selama dua tahun terakhir tidak menerima siswa baru.

Sedangkan SMPK Harapan di Melaya kata Wenten, dalam surat pemberitahuan disampaikan bahwa SMPK Harapan tahun ajaran 2020/2021 tidak menerima PPDB karena tahun ajaran lalu tidak mendapat siswa.

Dengan tutupnya dua SMP swasta tersebut jumlah SMP di Jembrana sebanyak 23 sekolah, yang mana 5 diantaranya sekolah swasta. Sebelumnya jumlah SMP sebanyak 25 sekolah yakni 18 SMP Negeri dan 7 SMP Swasta.

“Tutupnya dua SMP swasta itu tidak berpengaruh terhadap PPDB. Karena tahun lalu semua lulsan SD bisa tertampung,” terangnya.

Penulis : Anom