Tak Direstui Ortu, Dua Pasangan Kekasih Ceburkan Diri di Danau Batur

Bangli, balipuspanews.com – Tak direstui orang tua, dua pasangan kekasih  melakukan  bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (13/2) malam.

Kedua korban   bernama I Nengah Asih (387) ialamat banjar Bayung Gede desa Bayung Gede kecamatan Kintamani – Bangli dan Ni Ketut Pratiwi (18) serta Ni Ketut Pratiwi dengan alamat Banjar Pludu Da Bayung Gede kecamatan Kintamani – Bangli.

Awal kejadian pada hari Senin tanggal 13 Pebruari 2017 pukul 06.00 wita saksi an Ni Wayan Sutri menerima SMS dari adik iparnya an I Nengah Asih  yang isinya I Nengah Asih meminta kepada Sutri agar memberitau I Komo mengambil mobil milik I Nengah Asih Sdi Dermaga Kedisan – Kintamani.

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal di Griya Sena Baladika Serang

Setelah menerima SMS tersebut saksi N Sutri menghubungi korban pertelp nyambung namun tidak diangkat sehingga saksi curiga dan pukul 16.00 wita saksi bersama I Komo mengecek ke dermaga Kedisan dan sampai di dermaga Kedisan ditemukan mobil Daihatsu Taft GT DK 699 CN milik korban parkir di parkiran dermaga dalam keadaan tidak terkunci (kunci nyantol).

Dalam mobil ditemukan 2 buah HP dan sebuah surat wasiat. Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan pertelp ke Polsek Kintamani.

Pada pukul 17.00 wita gabungan pers Polsek Kintamani diback Up buser Polres dan Sat Polair Polres Bangli tiba di TKP. Setelah melakukan olah TKP dan menginterogasi para saksi selanjutnya dilakukan upaya pencarian di sekitar danau dan pada pukul 20.30 wita ditemukan korban meninggal tenggelam dalam keadaan saling mengikatkan diri menggunakan selendang warna hijau.

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal di Griya Sena Baladika Serang

Berdasarkan hasil olah TKP, identifikasi,  , pemeriksaan team medis,  interogasi para saksi dan didukung dengan surat wasiat yg ditemukan dalam mobil korban  diduga kuat korban keduanya sengaja bunuh diri secara bersama – sama dengan mengikatkan diri antara keduanya selanjutnya menceburkan diri  ke dalam danau sehingga meninggal dunia.

Motif kejadian diduga keduanya nekat bunuh diri karena hubungan asmaranya tidak direstui pihak keluarga karena korban berstatus berkeluarga (memiliki istri) yang sudah kawin selama 14 tahun namun belum memiliki keturuanan dan perkawinannya tidak harmonis (pisah ranjang) sedangkan pratiwi masih berstatus pelajar.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak utk dilakukan otopsi jenazah karena meyakini kematian korban murni akibat bunuh diri (surat pernyataan terlampir, red).

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal di Griya Sena Baladika Serang