Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Proses penutupan sebuah tempat penyulingan daun cengkeh di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Rabu (21/10/2020)
Proses penutupan sebuah tempat penyulingan daun cengkeh di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Rabu (21/10/2020)

BULELENG, balipuspanews.com – Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.

Satpol PP menutup paksa usaha tersebut karena pabrik itu telah melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng Nomor 61 tahun 2012 tentang Penutupan Investasi Dibidang Usaha Punyulingan Daun Cengkeh. Selain itu, penutupan pabrik tersebut juga berasal dari adanya laporan warga setempat yang mengeluhkan akibat asap hasil dari pabrik tersebut dianggap menyebabkan polusi udara.

Kasatpol PP Buleleng Drs. I Putu Artawan mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah bertindak dengan memberikan teguran kepada pemilik dan diberikan Surat Pernyataan sebanyak tiga kali, bahkan pabrik tersebut juga sempat ditutup. Akan tetapi pemilik pabrik tidak mengindahkan hal tersebut. Selang tiga hari, pemilik kembali membuka segel tersebut dan melakukan aktivitas penyulingan. Dengan demikian, Rabu (21/10/2020) pagi, Satpol PP mengambil tindakan tegas dengan menutup dan menyita barang bukti.

“Sudah kami tutup, termasuk menyita 2 buah mesin pompa, 1 buah cangkul dan 1 buah skop, kami lakukan ini agar pemilik tidak melakukan aktivitas kembali,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan selain mengikuti prosedur penegakan Perbup 61 tahun 2012, penutupan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga. Sehingga pihaknya bergerak demi menjaga masyarakat agar tetap nyaman dalam beraktivitas. Kemudian pemilik usaha selanjutnya akan diberikan kesempatan mengurus izin usahanya agar tidak kembali mengganggu kenyamanan masyarakat serta membuat polusi udara.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman, kemudian pelaku usaha tersebut harus melengkapi izin dan tempat usaha disaat melakukan aktifitas penyulingan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu Artawan juga menyampaikan bahwa nantinya berkas penutupan usaha penyulingan ini akan dilimpahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Kemudian setelah berkas tersebut diserahkan kepada PPNS, kemungkinan kasus ini akan sampai pada sidang tipiring agar pemilik usaha mendapat efek jera.

“Selanjutnya kami akan serahkan kepada PPNS, karna sudah ada penyitaan barang bukti, kemungkinan akan dilakukan sidang tipiring. Kita tunggu keputusan dari PPNS,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan