Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com — Petugas Imigrasi Kelas II Singaraja mengamankan seorang pria asal Afganistan bernama Muhamad Yusuf Hasan Zada (31) di Pos Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (8/10) sekitar pukul 04.00 wita.

 

Hasan merupakan pencari suaka di bawah perlindungan dan pengawasan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), digiring petugas lantaran tidak bisa menunjukkan menunjukan surat kelengkapan (Paspor) ketika hendak berwisata ke Bali.

 

Wawan A. Mudo selaku Kepala Sub Seksi Ijin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Singaraja, ketika dikonfirmasi menuturkan, pihaknya terpaksa mengamankan Muhamad Yusuf Hasan Zada asal Afganistan lantaran tidak bisa menunjukkan paspor ketika diperiksa oleh petugas imigrasi di Pos Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk.

 

“Hasil wawancara petugas, rencananya Hasan hendak berwisata. Menempuh jalur darat dari Surabaya menuju Bali, sebelum akhirnya berhasil menyeberang dari pelabuhan Banyuwangi ke Gilimanuk. Namun, saat diperiksa oleh petugas di pos Gilimanuk, Hasan rupanya tidak bisa menunjukan surat kelengkapan (Paspor). Lantas, dari pihak Imigrasi tidak mengijinkan masuk ke Bali,” ungkapnya.

 

Kasi Wawan menyebut, Hasan sejatinya merupakan pencari suaka yang hanya bisa tinggal di Surabaya, dibawah perlindungan dan pengawasan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

 

“Sudah 4 tahun mencari suaka di Indonesia, dan memang hanya bisa tinggal di Surabaya saja. Dulu, masuk ke Indonesia melalui Bandara Udara Sukarno Hatta,” imbuhnya.

 

Nah, setelah diamankan petugas imigrasi, Hasan pun langsung dipulangkan kembali ke Surabaya.

 

“Sudah langsung dikembalikan ke Surabaya melalui loket tiket Pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 07.30 wita, dikawal petugas Imigrasi Aliandra dan Burhanudin,” tutupnya.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...