Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Penghubung Cempaga-Dencarik ‘Benyah Latig’

522
Kondisi jalan penghubung Cempaga-Dencarik.

BANJAR, balipuspanews.com – Akses jalan penghubung Banjar Corot, Desa Cempaga dengan Banjar Corot, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, kondisinya kian rusak.

Pengendara pun kerap mengalami kesulitan melalui jalan itu, lantaran kerusakan jalan tergolong parah. Apalagi saat memasuki musim penghujan, akses penghubung sangat berbahaya ketika dilintasi.

Masyarakat pun berharap, pemerintah kabupaten (Pemkab) Buleleng, segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut karena akses penghubung menyandang status jalan kabupaten sepanjang 4,2 kilometer itu, merupakan jalur perekonomian dan penunjang pariwisata.

Putu Suarjaya selaku Perbekel Desa Cempaga menerangkan bahwa akses jalan penghubung mengalami kerusakan sejak lima tahun lalu.

Bukan tanpa usaha, jalur perekonomian yang menghubungkan Desa Cempaga menuju ke Desa Dencarik sudah berulangkali diusulkan perbaikan dalam Musrenbang. Namun faktanya, akses penghubung tak kunjung diperbaiki.

“Kondisi jalan benyah latig (hancur) sejak tiga tahun terakhir. Sudah, berulangkali sudah diusulkan dalam musrenbang kecamatan, namun belum juga disentuh perbaikan. Usulan perbaikan melalui musrenbang mulai tahun 2016 sampai saat ini (tahun 2019). Kami (pemerintah desa) tidak berhak memperbaiki, karena akses penghubung ini kan menyandang status jalan kabupaten,” ungkap Perbekel Suarjaya saat ditemui, Minggu (24/2) sore.

Imbuh Perbekel Suarjaya, sejumlah pengelola pondok wisata yang merasa prihatin melihat kondisi itu, menawarkan perbaikan dengan tambal sulam. Namun, dikarenakan jalan tersebut menyandang status jalan kabupaten, akhirnya masyarakat hanya melakukan penambalan di beberapa lokasi saja.

“Kami gotong-royong melakukan tambal sulam bantuan CSR. Penambalan dengan semen di beberapa lokasi saja. Namun, itu juga tak bertahan lama. Kalau hujan, hancur lagi. Jalan ini akses vital penghubung antar Desa Cempaga dan Dencarik yang dilalui hampir 600 KK,” terangnya.

Perbekel Suarjaya berharap agar pemerintah daerah bisa segera melakukan perbaikan.

“Kalau bisa segera diperbaiki oleh pemerintah daerah. Namun kalau tidak bisa, tolong status jalan kabupaten dicabut dan rubah menjadi status jalan desa agar kami bisa perbaiki melalui dana desa (DD). Soalnya, bukan hanya berdampak ekonomi, berimbas juga pada pelayanan pendidikan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas PUPR tidak bisa dihubungi hingga berita ini ditulis.

Loading...