25.4 C
Denpasar
28/01/2022, 8:26 AM
NasionalJakartaTak Perlu Paranoid, Mural Bisa Jadi Energi Positif Pemerintah

Tak Perlu Paranoid, Mural Bisa Jadi Energi Positif Pemerintah

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia  menilai di alam demokrasi,  pemerintah tidak perlu paranoid terhadap maraknya mural yang bermunculan di berbagai daerah akhir-akhir ini.

Sebab, mural merupakan karya seni jalanan yang memliki peradaban yang cukup lama, disamping memiliki energi kreativitas dan energi survival untuk bertahan hidup. Karena itu, pemerintah tidak paranoid, apalagi merasa terganggu.

“Kalau lihat emosinya, yang menyertai komen publik, ada rasa takut, sedih dan senang seperti makanan Thailand, asam, pedas manis.  Jadinya  rasanya nano-nano, campur-campur seperti warna-warni yang ada dalam mural itu. Karya seni itu seharusnya harus dihargai dan diapresiasi,” kata Anis dalam Gelora Talks bertajuk ‘Mural yang Viral, Dihapus di Dinding Menjalar ke Medsos’ di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Dalam diskusi yang digelar virtual dihadiri oleh Budayawan Ridwan Saidi, Seniman dan Pelukis Kawakan Iwan Aswan, serta Founder Drone Emprit Ismail Fahmi itu, Anis Matta mengatakan, mural bersentuhan dengan realitas kehidupan dan bisa juga memberikan pesan atau energi positif buat pemerintah.

“Mural seharusnya bisa menjadi energi positif, sehingga pemerintah tidak perlu paranoid, justru kita harus mengarahkan dengan semangat mengakomodasi, energi kreatif dan survival ini. Mural akan memberikan energi positif, kalau dia diakomodasi secara baik,” katanya.

Anis Matta meminta pemerintah tidak terlalu reaktif dengan menghapus karya seni tersebut, yang berisi kritik sosial dari realitas kehidupan. Sebab semakin dihapus, malah mural-mural baru bisa bertambah banyak.

“Kalau pemerintah sensitif, justru akan bermunculan mural-mural lainnya. Bahkan akhir-akhir ini sudah mulai merambah di media sosial (medsos),” ungkapnya.

Anis Matta juga meminta pemerintah tidak perlu sensitif dengan mural yang sudah berkembang dari dinding sampai ke media sosial seperti saat ini.

“Jadi mural harusnya dikembalikan ke karya seni yang seharusnya diapresiasi. Mural bisa dikembangkan menjadi produk seni dan masuk dalam program pengembangan ekonomi kreatif yang bisa mendatangkan wisatawan,” katanya.

Selain itu, Anis Matta meminta masyarakat dalam menyampaikan ekspresi juga harus ada etika kesopanan, termasuk mengekspresikan dalam bentuk mural. Sebab kebanyakan mural yang selama ini dibuat terkesan kritik, terutama pada pemerintah atau penguasa.

“Mudah-mudahan saran kita didengar pemerintah, sehingga para seniman mural mendapatkan ruang besar dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga demokrasi kita punya makna lain, demokrasi yang punya art, demokrasi yang punya seni,” pungkas Anis Matta.

Sementara itu, Budayawan Ridwan Saidi mengatakan mural merupakan salah satu karya seni tertua yang sudah ada sejak ribuan tahun. Dia mencontohkan di sejumlah goa di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara ditemukan mural dalam bentuk tulisan dan gambar maupun grafis yang memberikan pesan di masa itu.

Bahkan mural-mural itu juga telah menggambarkan sistem kekuasaan atau pemerintahan di masanya. Dengan mural-mural itu para sejarawan bisa mendapatkan gambaran peradaban masa lalu.

Sedangkan Seniman dan Pelukis Kawakan Iwan Aswan mengatakan, semakin pemerintah bereaksi keras terhadap para seniman mural hingga menangkapnya, misalkan. Maka para seniman mural tersebut akan melakukan perlawanan, karena mereka memiiki idealisme dalam dirinya.

“Bisa jadi mereka malah bangga kalau ditangkap karena merasa tujuannya berhasil dalam menyampaikan pesan lewat mural,” kata Iwan Aswan .

Iwan Aswan menyayangkan aksi penghapusan mural-mural yang berpotensi menghambat ekspresi para pembuatnya.

Ia menegaskan mural tidak perlu ditakuti karena menjadi salah satu bentuk karya seni,  serta kebebasan berekspresi yang dituangkan dalam suatu media, namun tetap berada dalam koridor etika dan moral.

Founder Drone Emprit Ismail Fahmi menambahkan, pemerintah harus bersikap lebih bijak, bukan menonjolkan emosinya dalam menyikapi maraknya mural bernada kritik terhadap kondisi sosial di masyarakat. Sebab, perlawanan dari penghapusan mural, ternyata bukan hanya dilakukan para pembeci pemerintah, tetapi dilakukan oleh para nitizen.

“Padahal mural sangat bermanfaat juga buat pemerintah, apabila disikapi secara lebih bijak. Kalau nggak ditangani dengan baik, jadinya nanti endemik seperti sekarang ada perlawanan. Nggak perlu dihapus, biarkan saja, nanti akan turun sendiri, kalau dihapus nanti jadi bensin lagi, jadi bahan bakar semangat perlawanan baru,” kata Ismail Fahmi.

Menurut Fahmi, para pembuat mural, bukanlah seniman sembarangan, tetapi seniman kontemporer, yang bisa menggambar dan menggabungkan teknologi yang baru. Sehingga wajar apabila mural menjalar ke medsos seperti Twitter, karena mereka mengerti teknologi.

“Seniman mural, bukan seniman biasa, dia seniman yang mengerti teknologi. Mereka seniman kontemporer yang bisa mengambar dan menggabungkan teknologi. Menariknya seniman mural ini, gabungan seniman dan anak milenial,” ujarnya.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Isoter Kembali Diaktifkan, Satgas Segera Berlakukan Jam Malam
02:57
Video thumbnail
Buleleng Siap Gelar Gebyar Vaksin Booster
01:32
Video thumbnail
Produk Olahan Cokelat Jembrana Tembus Pasar Dunia
02:33
Video thumbnail
Ular Pura Goa Lawah Muncul, Warga Menyebut Sebagai Pertanda Baik
01:29
Video thumbnail
Cegah Penularan Covid 19, Besuk Tahanan Dilarang
01:35
Video thumbnail
Rutan Polresta Membludak, Mayoritas Tahanan Narkoba dan Kriminal
02:19
Video thumbnail
Pantai di Klungkung Akan Dibuatkan Tanggu Pengaman
01:44
Video thumbnail
Pasca Berstatus Zona Hijau, RSU Klungkung Kembali Rawat Pasien Covid 19
02:13
Video thumbnail
Atlet Muaytai Klungkung Raih Lima Medali di Kejurnas Makassar
02:12
Video thumbnail
Warga Resah, Babi Milik Warga Abang Mati Misterius
02:01
Video thumbnail
Pasien Isoman di Denpasar Mulai Dipindahkan ke Isoter
02:17
Video thumbnail
Rest Area Goa Jepang Akan Menjadi Tempat Rekreasi
01:44
Video thumbnail
Hindari Tahanan Kembali Kabur, Polres Revitalisasi Sel
02:23
Video thumbnail
Hadapi Varian Omicron, Masyarakat Jangan Panik, Tetap Disiplin Prokes
02:50
Video thumbnail
Pengamen dan Gepeng di Denpasar Dipulangkan ke Daerah Asal
02:15
Video thumbnail
Harga Minyak Goreng di Klungkung Dipastikan Stabil
02:02
Video thumbnail
Pelayanan Vaksinasi Booster di Puskesmas Mulai Dilakukan
02:07
Video thumbnail
Seminggu, Minyak Goreng di Buleleng Harus Menyesuaikan di Harga Rp 14 Ribu
01:53
Video thumbnail
Vaksin Booster Sudah Bisa Dilakukan di Puskesmas, Ini Syaratnya
01:36
Video thumbnail
Polisi Bubarkan Kerumuman yang Bisa Meresahkan Masyarakat
01:36
Video thumbnail
BLT DD di Buleleng Kembali Bergulir
02:32
Video thumbnail
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Digital, Bandara Ngurah Rai Dukung QRIS
03:10
Video thumbnail
Monumen “Sita Kepandung” Akan Dibangun di Simpang Enam Denpasar
03:20
Video thumbnail
Tiga Tahanan Kasus Pencurian Kabur
01:20
Video thumbnail
Desa Adat Buleleng Sepakat Tak Buat Ogoh Ogoh
02:42
Video thumbnail
Berkunjung ke Gianyar, Kak Seto Ajak Anak Dengarkan Dongeng
02:52
Video thumbnail
Korsleting Kerap Jadi Pemicu Kebakaran, Damkar Karangasem Himbau Warga Perhatikan Instalasi Listrik
01:52
Video thumbnail
Bali Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Event Bertaraf Internasional
03:01
Video thumbnail
Harga Bawang Merah Turun Petani Kintamani Menjerit
02:08
Video thumbnail
Capaian Vaksin Sudah Penuhi Target, Buleleng Siap Terima Booster Dosis III
01:55
Video thumbnail
Pawai Ogoh Ogoh di Jembrana Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19
03:42
Video thumbnail
Vaksinasi Anak Usia 6 11 Tahun Masuk Dosis ke II
02:23
Video thumbnail
Vaksin Booster Dimulai, Masyarakat Diminta Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi
02:09
Video thumbnail
Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga
02:44
Video thumbnail
Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan
02:21
Video thumbnail
Cegah Terjadinya Banjir, Pembersihan Saluran Air di Denpasar Terus Digencarkan
02:06
Video thumbnail
Badai dan Puting Beliung di Selat Bali, Penyeberangan Kembali Lumpuh
01:52
Video thumbnail
PTMT 100 Persen di Buleleng Sudah Mulai Dilakukan, Prokes Harus Tetap Diawasi
02:14
Video thumbnail
Tekan Penularan Kasus, Tracing Jemput Bola Terus Digencarkan di Denpasar
02:01
Video thumbnail
Diterjang Derasnya Air Sungai, Akses Jalan Menuju Villa dan Pantai di Tegal Besar, Klungkung Putus
01:42
Video thumbnail
Selama Dua Minggu Kasus Covid-19 Naik, Satgas Minta Warga Lebih Waspada
01:38
Video thumbnail
Tambah Daya Tarik Wisatawan, Pantai Jungutbatu, Nusa Penida Akan Ditata
02:14
Video thumbnail
Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Vaksin Booster Ilegal
02:14
Video thumbnail
Puluhan Ekor Penyu Hasil Tangkapan Pangkalan TNI AL Dilepas di Pantai Kuta
01:30
Video thumbnail
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup
01:48
Video thumbnail
Penanganan Omicron Diminta Fokus ke Faskes, Bukan Lagi pada Angka Penularan
02:25
Video thumbnail
Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944
01:45
Video thumbnail
Pembuatan Ogoh-ogoh Diizinkan, MDA Buleleng Tekankan Beberapa Poin
02:29
Video thumbnail
Dengan Penerapan Prokes Ketat, Pawai Ogoh-ogoh Akan Digelar di Denpasar
03:33
Video thumbnail
Antisipasi Varian Baru, Kodim 1609/Buleleng Rapid Acak di Sekolah
02:42
Member of