Sidak penginapan
Sidak penginapan
sewa motor matic murah dibali

BULELENG, , balipuspanews. com – Keberadaan cafe dan penginapan di wilayah Jalan Pulau Oby, Kelurahan Banyuning, Buleleng, memang dianggap sangat meresahkan karena dinilai sebagai lokasi esek-esek.

Akhirnya, sejumlah warga Kelurahan Banyuning, Buleleng, pada Minggu (24/11/2019) mendatangi sejumlah penginapan dan cafe. Mereka meminta cafe dan penginapan itu agar segera ditutup.

Warga langsung menyisir sejumlah penginapan. Dari hasil sweping, akhirnya ditemukan sejumlah pasangan bukan suami istri sedang indehoi didalam kamar penginapan. Total ada lima pasangan selingkuh asyik indehoi di dalam penginapan berhasil ditemukan.

Menarik dari 5 pasangan itu, salah satunya adalah oknum mantan Perbekel di Kecamatan Sawan bernama Wayan Antara yang ditemukan sedang indehoi dengan WIL-nya di salah satu penginapan wilayah jalan Pulau Obi.

Kabarnya, wanita yang diajak oleh oknum mantan Perbekel Desa Suwug itu adalah istri dari salah satu kadusnya.

Saat ditemukan, oknum mantan Perbekel yang habis masa jabatannya pada awal Oktober 2019 lalu dan tidak terpilih kembali pada Pilkel Desa Suwug  itu terlihat malu saat akan mengambil motornya dan langsung meninggalkan warga yang melakukan aksi penutupan penginapan tersebut.

Pimpinan Aksi, Made Ariyasa mengaku, sudah gerah dengan keberadaan cafe dan penginapan yang selama ini sebagai lokasi esek-esek.

“Kami tidak ingin wilayah Banyuning dijadikan tempat prostitusi. Kami akan terus lakukan penertiban. Masyarakat sudah menolak keberadaan penginapan,” kata Aryasa.

Sementara Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara yang turut hadir dalam aksi masyarakat menjelaskan, sebagian besar penginapan termasuk cafe yang beroperasi di kawasan pulau Oby tidak mengantongi izin. Selama ini diakui Dody, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap para pengelola penginapan agar tidak menyediakan tempat bagi pasangan bukan suami istri untuk berbuat mesum.

“Kami akan mengajak instansi terkait melakukan rapat untuk mengambil langkah. Kami akan melayangkan surat untuk menutup sementara semua aktivitas penginapan di Pulau Oby. Segera kami kordinasikan dengan tim yustisi untuk melakukan langkah permanen,” tandas Dody. (nug/bpn/tim)