Takbiran dan Shalat Idul Adha Satgas Sarankan Dilakukan Rumah Saja

Sekretaris Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa
Sekretaris Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa

BULELENG, balipuspanews.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 24 Juli 2021 mendatang. Guna mencegah terjadinya kerumunan Pemerintah menginstruksikan masyarakat khususnya umat yang merayakan agar melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing.

Tujuannya, mencegah serta memutus rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hal itu juga dilakukan sebab masih adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sehingga hal itupun berlaku juga pada gereja, pura, vihara dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan.

Segala instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

Sekretaris Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menyampaikan Satgas memohon agar umat melaksanakan sholat di rumah masing-masing tentu sudah sesuai surat edaran yang dikeluarkan pada awal juli 2021 lalu. Karena Bali menerapkan PPKM Darurat maka, ibadah akan dihentikan sementara termasuk malam Takbiran dan Shalat Idul Adha.

Sementara terkait teknis pelaksanaan kurban, pihaknya akan membahas skema pemotongan kurban bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buleleng dengan mengacu pada SE Menteri Agama.

“Sudah diajukan oleh MUI Buleleng dengan mengacu dari SE. Nanti akan dibahas, untuk memutuskan,” paparnya saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, ketua MUI Buleleng H Ali Mustafa mengatakan apapun yang menjadi instruksi sekaligus perintah dari pemerintah guna mengurangi penambahan pasien terkonfirmasi Covid-19 maka pihaknya mengaku menerima segala keputusan tersebut.

Namun sebelum itu, pihaknya akan berkoordinasi ke Pemerintah daerah agar pelaksanaan Sholat Idul adha bisa dilaksanakan. Termasuk teknis pelaksanaan qurban selama diterapkan PPKM darurat, dimana kurban kali ini sesuai SE berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ini masih dibahas, belum final. Mudah-mudahan sholat bisa di ijinkan. Tapi semua kita kembalikan ke pemerintah,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan