Singaraja, balipuspanews.com — Sejumlah petani di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, mulai “menjerit”. Pasalnya, hampir seluruh tanaman produktif diserang hama gayas, dimana hama gayas ini merupakan serangga hama polifag (pemakan rupa-rupa) yang bisa menyerang perakaran berbagai jenis tumbuhan.
Kondisi ini membuat para petani kebingungan, karena hasil produksi dari tanaman tersebut menurun drastis.
Terkait masalah itu, Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara, mendatangi Kantor DPRD Buleleng, pada Jumat (30/11). Kedatangannya yang diterima Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa dan Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, Wayan Narta, untuk bisa menyampaikan aspirasi terkait permasalahan dalam upaya peningkatan produktifitas hasil pertanian di Desa Tembok.
Perbekel Dewa Yudi mengatakan, akhir-akhir ini hama gayas bukan hanya menyerang tanaman musiman seperti palawija, jagung, namun juga sudah menyerang tanaman lain seperti jambu mente, dan kelapa.
“Ini merugikan para petani di desa kami. Makanya, kami snagat harapkan peran Pemkab Buleleng dalam menangulangi hama tersebut,” kata Dewa Yudi.
Dengan adanya hama gayas menyerang hampir seluruh tanaman, diyakini Dewa Yudi, dapat mengganggu program utama Pemkab Buleleng dalam meningkatkan produktifitas pembangunan di bidang sektor pertanian di tahun 2019 nanti. Sehingga, persoalan hama ini harus segera dicarikan solusi.
“Kami harus sinkronkan dahulu, apa kebutuhan dan kendala kami, sehingga program yang dirancang bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Saat ini, persoalan yang dihadapi petani di Desa Tembok maaih soal irigasi. Sebab, sebagian besar wilayah pertanian di Desa Tembok adalah lahan kering dan mengandalkan air hujan.
Menurutnya, perlu diprogramkan untuk pengadaan tempat penampungan air hujan, serta penerapan pola irigasi tetes, dengan harapan petani dapat berproduksi secara intens walaupun pada musim-musim kemarau.
“Selama ini petani mengontrakkan hasil komuditi mereka, utamanya mangga ke para pengontrak, sehingga pengontrak memacu pohon mangga tersebut untuk berproduksi maksimal. Kami minta, agar ada edukasi kepada petani di desa kami, terkait upaya peningkatan produktifitas pertanian,” terangnya.
Menyikapi itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Mangku Budiasa menjelaskan, kondisi ini terjadi bukan hanya di Desa Tembok tapi juga di desa-desa lainnya. Sehingga, pemerintah harus mengambil peran terkait kondisi ini.
“Dalam waktu dekat ini akan turun ke lokasi bersama dengan dinas terkait untuk pemetaan terhadap potensi serta permasalahan yang dihadapi para petani,” ungkap Mangku Budiasa.
Sementara Sekretaris Distan Buleleng, Wayan Narta menegaskan, terkait hama gayas yang akhir-akhir ini menyerang tanaman di wilayah Desa Tembok dan sekitarnya, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan dengan melibatkan Universitas Udayana. Hanya saja diakui Narta, saat ini masih dalam kajian.
“Penanganannya selama ini sudah kami lakukan di desa-desa lain. Nanti kami akan berkordinasi dengan pemangku kepentingan dan lembaga Dewan untuk mendapatkan solusi terbaik,” singkatnya.



