Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Program TOSS yang telah digelontorkan Pemkab Klungkung sejatinya jika terealisasi tanpa hambatan sangat membantu masyarakat Pedesaan untuk bisa menangani sampah mereka dengan mengelola sendiri. Namun realita masih adanya kendala lahan malah kondisi ini menjadi simala kama warga yang kebingungan untuk mencari solusi kemana harus membuang sampah rumah tangga .

Kondisi ini juga terjadi dibeberapa tempat di Klungkung termasuk yang terjadi di desa Kusamba,Dawan,KLungkung. Kondisi ini secara jujur diakui Perbekel Desa Kusamba Nengah Semadi Adnyana didampingi Kaur Perencanaan, Nengah Suryadi yang membeber masalah sampah didesanya ini saat ditemui media. Menurutnya pihak Desa selama ini membuang sampah ke wilayah Blahpane di Kabupaten Gianyar. “ Dalam sehari bisa 4 truk sampah kita buang kesana rata rata sekitar kurang lebih 40 kubik sampah diproduksi setiap harinya,”terang Semadi Adnyana.

Namun menurutnya mulai tanggal 1Maret ini pihaknya tidak diperbolehkan lagi membuang sampah di Blahpane, itu menurut info dari sopir . Katanya belum dapat pinjam alat untuk meratakan sampah disana.,sebutnya.

Untuk mengatasi persoalan darurat itu pihak Desa sudah menurunkan surat kepada warga Desa untuk bisa menangani sampah mereka sendiri di masing masing rumah untuk bisa membuat “bang daus”..(lubang daur ulang sampah). Kita minta agar sampah organik dipilah, namun nyatanya masih juga ada kendala karena dipekarangan rumah warga kebanyakan sudah dibeton ,sehingga sulit menerapkan “bangdaus” ini,sebutnya..

Dirinya mengaku sudah kordinasi dengan dinas lingkungan hidup dan pertanahan. Disamping itu Forum perbekel juga melalui camat juga sudah kordinasi untuk bisa mengatasi persoalan sampah ini.

“ Sesuai hasil kordinasi disuruh tangani sendiri,namun kita usulkan bisa kembali membuang sampah ke TPA Sente tapi tidak dikasi,” ujarnya bingung.

Terkait dengan Soal TOSS Teritegrasi di Dusun Karangdadi,realita dilapangan masih ada kendala lahan masih ditanami padi.

“ Kita usahakan hasil panen bisa dipercepat,tinggal tunggu pengerjaan saja karena sudah ada rekomendasi dari propinsi,”tambahnya.

Lebih jauh segala upaya sudah dilalui untuk situasi di desa Kusamba,kita tidak bisa omong apa karena di desa tidak ada lahan untuk tangani sampah ini.Malah Desa sudah mengupayakan dengan sistem sewa lahan kepada warga dengan biaya Rp 50 ribu per truk,juga belum dikasi dan disepakati warga..

Namun kedepannya kita harus berbuat untuk menangani sampah ini .

“Rencana dua hari ini kita akan cek ke Blahpane agar bisa kembali membuang sampah disana dengan membayar Rp 20 ribu per truk ditempat tersebut,”gerutunya seraya menyebutkan Desa Kusamba ada 2000 KK

Sementara itu salah seorang warga Nyoman Mudita asal Banjar Rame Kusamba mengakui sudah hampir dua minggu sampah tidak terangkut petugas Desa. “selama ini saya terpaksa hanya membungkus sampah di rumah untuk ditaruh didepan rumah,”terangnya. Menurutnya pihak Desa menyebutkan katanya tidak ada lahan untuk membuang sampah. “ Saya disuruh menangani sendiri sampah di rumah. Jika nanti masih juga teronggok ya nanti saya bakar kalau memang tidak diangkut sampahnya,”pungkasnya.(Roni/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...