Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

DENPASAR, balipuspanews.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menyayangkan terkait kejadian bayi yang meninggal di Tempat Penitipan Anak (TPA) belum lama ini. Terlebih TPA yang lama beroperasi di Denpasar ini tanpa mengantongi ijin dari pihak terkait.

Cok Ace mengatakan, mengapa TPA yang sudah berjalan lama tidak ada yang mengetahui tentang legalitas atau kepemilikan ijin terkait usahanya tersebut.

“Sayang sekali sudah berjalan sudah bertahun-tahun, tidak punya ijin dan tidak ada ngeh,” jelasnya usai sidang paripurna di DPRD Provinsi Bali terkait pandangan Gubernur tentang Ranperda Sistem Pertanian Organik, Selasa (14/5).

Selain itu, Cok Ace juga menyoroti terkait pegawai atau pengasuh dari TPA juga tidak memiliki keterampilan khusus atau memadai. Minimal harus ada tenaga yang paham tentang gizi, pasalnya sesuai dengan namanya TPA, yang dititipkan orang tua adalah anak Balita.

” Kalaupun SDM yang dipekerjakan anak SMP atau SMA, sebernanya harus ada ahli gizi dipakai. Ini merupakan pelanggar luar biasa,” imbuhnya.

Seperti diketahui, gaya hidup masyarakat sekarang banyak yang menitipkan anaknya di sebuah TPA, jadi ini merupakan sebuah tantangan kedepan.

Kecolongan kali ini arahnya ada di perijinan. Untuk itu, pihaknya berharap agar perijinan jangan sampai terjadi ngeh kalau sudah ada peristiwa. Kalau mendengar atau melihat kecurigaan harus segera dilaporkan. Setiap saat harus di sidak, pasalnya suatu hal terus berubah.

“Sama seperti ijin hotel dan restoran setiap sekian tahun perlu evaluasi untuk kita lihat,” tandasnya.(bud/bpn/tim).