Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Project pementasan 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah, terus berlanjut. Project yang disutradarai oleh Kadek Sonia Piscayanti itu, menghadirkan Yanti Pusparini sebagai aktor. Yanti membawakan kisahnya ke atas panggung, pada Selasa (11/9) malam lalu.

Kali ini project cukup menantang. Sonia mendorong Yanti Pusparini sebagai seorang aktor. Yanti tak pernah memiliki latar belakang sebagai aktor. Selama ini ia lebih dikenal sebagai desainer pada rumah desain Diah Mode. Meski begitu, Yanti berhasil menaklukan pementasan perdananya.

Yanti mementaskan naskah berjudul “Kujahit Nasib di Mozaik Mimpi”. Pementasan selama 45 menit itu, berhasil membuat penonton terhanyut.

Dalam kisah itu, Yanti menceritakan jatuh-bangun kehidupannya sebagai seorang perancang mode. Ia tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah menjahit, maupun sekolah desain. Semuanya dipelajari secara otodidak.

Keinginannya sebagai seorang perancang desain juga sempat ditentang. Ia diminta mencari selembar ijasah agar bisa bekerja kantoran. Tapi ia tetap memilih jalan hidupnya sebagai seorang desainer.

Perjalanan karirnya juga tak selalu mulus. Berkali-kali ia jatuh. Bukan hanya ditentang, namun juga dijatuhkan serta digagalkan orang lain. Namun hasilnya berbuah manis. Kini ia dikenal sebagai salah seorang perancang mode terbaik di Buleleng.

Usai pementasan, Yanti mengaku dunia keaktoran cukup membuat dirinya kewalahan. “Tantangan dalam proses ini adalah menghafal naskah. Saya sudah pelajari naskah sejak bulan Juli, tapi saya masih kesulitan. Saya memang bukan orang yang pandai menghafal,” katanya.

Sutradara pementasan, Kadek Sonia Piscayanti juga tak menampik hal tersebut. Selain tantangan dalam proses menghafalkan naskah, Sonia juga sempat terkendala dengan intonasi dan ritme selama proses latihan.

“Sejujurnya saya sudah pasrah dengan pementasan ini. Saya sendiri merasa ‘wow’, akhirnya bisa membuat dia pentas. Tapi saya benar-benar surprise dengan pementasan mala mini. Dia benar-benarh berhasil, dan dia mengelabui kita dengan kelemahannya,” kata Sonia.

Sementara salah seorang penonton, Andy Eswe mengaku dirinya terpukau dengan pementasan malam itu. Pria yang lebih dikenal sebagai seorang pemain pantomime di Jogjakarta itu, menyebut Yanti berhasil menyulap panggung menjadi sebuah ruang yang begitu intim dengan diri sang aktor.

“Panggung ini menjadi sebuah ruang yang menimbulkan imaji-imaji yang jadi apa saja. Saya seperti mendengar suara hatinya,” ucap Andy. (tim/rls/BPN)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...