Tarian tenun getarkan pantai Petitenget
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Badung,  balipuspanews. com – Sebanyak 1957 penari tarian Tenun yang lahir era 57 -an menjadi hiburan dalam penutupan Festival Petitenget,  Desa Kerobokan,  Kuta,  Bali,  Minggu (16/9)

” Saya sangat senang menarikannnya,  saya belajar beberapa bulan tarian ini,  ” kata Chihiro, salah satu penari tenun asal Jepang ketika dimintai keterangannya.

Ketua Panitia Festival PetitengetlAnak Agung Bayu Jhoni Saputra mengatakan tarian ini secara menyeluruh ditarikan oleh penari dari   50 banjar di Desa Adat Kerobokan.

“Mereka telah membuktikan Kerobokan hebat dan Badung lebih hebat, ” jelasnya.

Ie menjelaskan sebelum dilaksanakannya kegiatan tarian ini,  pihaknya telah melakukan upacara persembahan.

“Sebelum tarian dilangsungkan kita lakukan kegiatan pecaruan serta persembahan kepada Ratu Segara Kidul sebagai penguasa lautan, ” jelasnya.

Pementasan tarian ini sebagai bukti taksu dan spirit beliau (Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh,  red)muncul,” ujarnya.

Lebih jauh ditekankan kegiatan ini diharapkan memberikan dampak bagi pariwisata di Desa Kerobokan khususnya. Dan Bali pada umumnya.

“Kita deteksi hampir 40 ribu pengunjung hadir dalam Fetival ini, ” jelasnya.

Sementara itu,  saking luar biasanya tarian tenun mendapatkan MURI.  (art/bpn/tim)

 

Tinggalkan Komentar...