Tekan Kasus Rabies, Selain Vaksin, DPKPP Akan Gandeng Desa Adat di Karangasem

PLT. Kepala DPKPP Karangasem, Ida Bagus Suastika
PLT. Kepala DPKPP Karangasem, Ida Bagus Suastika

KARANGASEM, balipuspanews.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karangasem akan berkoordinasi dengan pihak Desa Adat dalam upaya menekan kasus gigitan anjing rabies di Karangasem.

PLT. Kepala DPKPP Karangasem, Ida Bagus Suastika dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022) mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang pihak Desa Adat untuk mensosialisasikan upaya dan langkah-langkah yang kiranya perlu diambil dalam upaya menekan kasus gigitan anjing rabies di Karangasem.

“Ambil saja salah satu contoh di Desa Adat Sega misalnya, Desa Adat tersebut sudah memiliki perarem atau aturan terkait pemeliharaan anjing, nah untuk Desa Adat yang lain nanti kita akan undang untuk mensosialisasikan langkah-langkah yang perlu dilaksanakan,” ujar Suastika.

Baca Juga :  Abaikan Pajak Bertahun-tahun, Kejari Karangasem Somasi 74 Wajib Pajak

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, kasus gigitan anjing rabies di Karangasem terbilang masih cukup tinggi.

“Kasus gigitan rabies masih cukup tinggi tapi dari rentang mulai vaksin untuk kenaikannya tidak signifikan namun tetap saja ada ditemukan kasus gigitan, per tanggal 23 kemarin jumlah kasus gigitan anjing rabies sebanyak 53 kasus,” ujarnya.

Menurutnya, penyumbang kasus gigitan rabies yang sering ditemukan, kebanyakan berasal dari anjing yang dilepasliarkan serta anjing liar yang tidak bertuan.

“Saat ini kita masih maksimalkan vaksin karena belum semua tersalurkan, jadwal masih sedang berjalan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Anggota Belum Booster, Wargas Batal Ikut Gerak Jalan Kocak

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 14 Desa yang dinyatakan rawan kasus gigitan rabies. Desa-desa rawan kasus rabies tersebut diantaranya adalah Desa Tiying Tali, Budakeling, Sibetan, Seraya Barat, Tianyar Barat, Sukadana, Padang Bai, Pempatan, Duda Timur, Rendang, Menanga, Karangasem, Subagan, dan Padang Kerta.

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan