Senin, Juni 17, 2024
BerandaDenpasarTekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar Semprotkan Eco Enzyme Sebanyak 40 Ribu Liter...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar Semprotkan Eco Enzyme Sebanyak 40 Ribu Liter Setiap Hari

DENPASAR, balipuspanews.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menekan penyebaran kasus Covid-19 di Denpasar. Terbaru Pemkot Denpasar dengan menggandeng Komunitas Eco Enzyme Nusantara melaksanakan penyemprotan 40 Ribu Liter eco enzyme setiap hari di seluruh wilayah Kota Denpasar.

Pelaksanaan kegiatan dimulai, Kamis (15/7/2021) di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar dan akan berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan untuk melakukan penyemprotan ini dikerahkan 8 unit mobil tangki dengan setiap tangki berkapasitas 5000 liter.

Setiap harinya sebanyak 40 ribu liter eco enzyme disemprotkan di seluruh wilayah Denpasar. Hingga dalam 5 hari dilakukan penyemprotan sebanyak 200 ribu liter eco enzyme.

“Ini setiap pagi akan bergerak ke empat kecamatan. Start dari depan Pura Jagatnatha Denpasar menuju Perempatan Catur Muka baru menuju ke wilayah masing-masing kecamatan,” ujar Dewa Rai.

Selain itu setiap Sabtu dan Minggu, masing-masing desa/kelurahan juga mengerahkan motor cikar atau moci. Sehingga penyemprotan cairan eco enzyme ini dapat merata hingga ke pelosok Kota Denpasar.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023

“Mobil tangki ini menyasar jalan-jalan besar. Moci ini menyasar gang di desa/kelurahan,” ucapnya.

Dengan penyemprotan eco enzyme ini pihaknya berharap bisa menekan kasus positif Covid-19. Apalagi eco enzym ini merupakan disinfektan nabati yang ramah lingkungan.

“Kami berharap bisa menekan penyebaran kasus di Denpasar. Disamping prokes, kami lakukan berbagai upaya termasuk penyemprotan eco enzym,” kata Dewa Rai.

Sementara itu, Dewa Nyoman Rai Asmara Putra yang merupakan Penasihat Eco Enzym Nusantara Pusat mengatakan eco enzyme ini merupakan hasil permentasi dari bahan organik. Dimana bahan organik ini dipermentasi selama 3 bulan.

“Misal sampah dapur mulai dari kulit buah, sisa sayur yang tidak dimasak diolah ditambah dengan gula aren, kemudian dipermentasi selama 3 bulan,” katanya.

Ia menambahkan, pada bulan pertama pelaksanaan permentasi, bahan organik ini akan menjadi alkohol. Selanjutnya pada bulan kedua akan menjadi asam. Dan pada bulan ketiga barulah menjadi eco enzyme.

“Eco enzyme ini disemprotkan ke udara sebagai ‘sabun udara’ yang berfungsi untuk membersihkan polutan di udara. Dalam penyemprotannya, cairan ini ditambahkan dengan air,” ujarnya.

BACA :  Pramuka Jembrana Gelar Rajercab

“Eco enzyme ini juga bisa digunakan untuk pengobatan pribadi, membersihkan udara, membersihkan air, hingga bisa untuk membersihkan kamar mandi,” imbuhnya.

Penulis : Gde Candra 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular