Tekanan Global Tak akan Banyak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomia, Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang sukses mengemban tugas KTT G20 dimana Indonesia dipercaya sebagai Presidensi G20. Keberhasilan itu memberi dampak bagi keberlanjutan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional pasca bertahan dari serangan pandemi Covid-19. (Foto: ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomia, Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang sukses mengemban tugas KTT G20 dimana Indonesia dipercaya sebagai Presidensi G20. Keberhasilan itu memberi dampak bagi keberlanjutan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional pasca bertahan dari serangan pandemi Covid-19. (Foto: ekon.go.id)

JAKARTA, balipuspanews.com– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, tahun depan adalah tahun pertaruhan Indonesia setelah dua tahun masa pandemi bisa bertahan.

“Tentu tahun depan adalah pertaruhan Indonesia, karena kalau kita bisa menangani tantangan yang ada di tahun depan, maka kami berharap bahwa Indonesia bisa lepas landas berikutnya. Karena tantangan kita sudah dua tahun ini kita bisa survive, tinggal tahun depan lagi kita harus bisa bertahan dan pada saat itu tidak banyak juga negara yang bisa take off seperti Indonesia,” kata Airlangga Hartarto, Jumat (9/12/2022).

Menko Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar menambahkan, momentum keberhasilan Presidensi G20 Indonesia mampu memberikan dampak bagi keberlanjutan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang pada kuartal ketiga berhasil menembus angka 5,72% (yoy).

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 tumbuh ekspansi di angka 4,5-5 persen. Hal itu disebabkan adanya tekanan ekonomi global.

Meski demikian, ekonomi Indonesia masih cenderung bertahan dibanding negara lain.

“Jadi artinya relatif masih kuat jika dibandingkan negara-negara lain yang mengalami perlambatan pertumbuhan,” jelas Mohammad Faisal.

Faisal menekankan pertumbuhan ekonomi tahun depan memang agak menurun dibanding tahun ini, namun masih terbilang resilien.

“Indonesia relatif lebih bisa resilien masih relatif kuat 4,5-5 persen,” tambahnya.

Menurut Faisal, perekonomian Indonesia disokong oleh ekonomi domestik. Konsumsi dalam negeri masih bagus. Sehingga tekanan global tidak banyak mereduksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski tetap berpengaruh.

“Karena sedikit banyaknya kita ada juga terpengaruh oleh ekonomi global dan ini berpengaruhnya lewat perdagangan, lewat investasi, dan lain-lainnya,” tandasnya.

Faisal mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap perekonomian global tidak sebesar negara-negara lain, sehingga dampak perlambatan ekonomi global lebih besar di negara-negara lain yang punya pasar lebih kecil dan terintegrasi dengan ekonomi global lebih besar lewat perdagangan.

“Indonesia itu pasar dalam negerinya besar dan integrasi ke globalnya itu tidak sebesar negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, apalagi Singapura. Makanya daya tekannya tidak sebesar mereka, sehingga pelambatanya juga tidak sebesar mereka,” pungkasnya.

Sementara itu Analisis DCFX Lukman Leong menyarankan agar pemerintah perlu menjaga cadangan devisa karena tahun depan mata uang dollar Amerika akan menjadi ‘safe haven’ jika terjadi perlambatan ekonomi.

“Cadangan devisa sangat penting, begitu pula dengan investasi asing,” kata Lukman, Jumat (9/12/2022).

Dana asing diproyeksi akan mengalir lewat investasi di sektor pertambangan, dan yang terkait dengan Electric Vehicle (EV).

Langkah Bank Sentral Amerika, The Fed, menempatkan suku bunga mereka paling menarik diantara semua suku bunga. Dolar Amerika disebut akan memberikan imbal hasil terbaik di tahun depan.

Selain menjaga cadangan devisa, untuk menopang perekonomian Indonesia ke depan, Lukman mengatakan, hal lain yang penting adalah kestabilan harga agar bisa menjaga daya beli masyarakat.

“Tidak bisa dipungkiri, perekonomian kita ditopang oleh domestik ekonomi, akan semakin kuat jika barang tersedia dan daya beli terjaga,”ujarnya.

Penulis: Hardianto
Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali