Senin, Februari 26, 2024
BerandaBulelengTelan Anggaran 418 M, Turyapada Tower KBS Tandingi Menara Eiffel

Telan Anggaran 418 M, Turyapada Tower KBS Tandingi Menara Eiffel

BULELENG, balipuspanews.com – Bertepatan dengan rahina Tumpek Krulut, Sabtu (23/7/2022), Gubernur Bali Wayan Koster melakukan ground breaking atau peletakana batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Upakara niskala peletakan batu pertama dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun.

Hal ini terwujud tentu atas restu dan tuntunan Leluhur-Lelangit Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster, bekerja keras dan bergerak dinamis dengan program inovatif, yaitu berupa pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sebagai bagian pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi, sebagai implementasi Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pembangunan Kawasan Terpadu Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali menelan anggaran sebesar Rp. 418 Miliar. Pembangunan dimulai tanggal 23 Juli 2022, selesai pada akhir bulan Agustus 2023, yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya bersama PT. Yodya Karya.

Yang tidak kalah menarik, dilihat dari lokasi, ketinggian, dan fasilitas yang dimiliki, Turyapada Tower adalah Tower ikonik pertama di Indonesia, tidak kalah dengan Lima Tower terkenal di dunia, yaitu: Menara Eiffel, Tokyo Tower, Toronto Tower, Macau Tower, dan Fernsehturm Tower.

BACA :  Bupati Sanjaya Hadiri Ramah Tamah Perayaan Cap Go Meh 2575 Tahun Masehi 2024

Tower ini berada di perbukitan Desa, berbeda dengan Lima Tower lain yang berada di pusat kota.

Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 KERTHI Bali, merupakan pemenuhan janji politik Gubernur Bali, Wayan Koster, pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 kepada masyarakat Buleleng.

Yang menjadi janji politik, sesungguhnya adalah pembangunan Tower biasa yang berfungsi untuk mengatasi terbatasnya jangkauan siaran televisi (blank spot), khususnya di wilayah Buleleng. Tanpa bantuan antena parabola, masyarakat Buleleng tidak dapat menikmati siaran televisi.

Gubernur Koster terus bekerja keras dan bergerak dinamis dengan program inovatif, yaitu berupa pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sebagai bagian pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi.

Gubernur Koster, membangun Tower dalam satu kawasan terpadu berupa Taman Teknologi Komunikasi Bali Smarts.

Tower dalam filosofi kearifan lokal Bali disebut “Turyapada”, yang melambangkan hubungan antara Akasa-Pertiwi, Purusa-Pradana yang menjadi sumber kekuatan kehidupan masyarakat dunia.

Turyapada Tower merupakan analogi bentuk Orti dan Bale Kul-kul sebagai media komunikasi masyarakat Bali secara tradisional dalam aktivitas adat, agama, tradisi, seni, dan budaya.

BACA :  Pro Kontra Hak Angket Kecurangan Pemilu Harus Disandarkan pada Konstitusi

Rancangan Tower memadukan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan kemajuan teknologi global menjadi karya ikonik-monumental, yaitu: “Loka Samasta Sakino Bhawana ”, yang memiliki makna sebagai sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia yang mendunia.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

 

 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular