Telan Anggaran Puluhan Juta, Tulisan Wisata Telaga Waja Rusak

- Advertisement -
- Advertisement -

KARANGASEM, balipuspanews.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem terus menata dan mempercantik destinasi pariwisata yang ada di bumi lahar ini. Salah satu upaya yang dilakukan salah satunya adalah pembuatan nama.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten karangasem, I Wayan Astika, program pembuatan nama tersebut dilakukan dalam kegiatan tahun 2018 lalu. Sejumlah destinasi sudah dibuatkan plang nama seperti, Candi Dasa, Pantai Labuan Amuk, Pantai Jasri dan Tukad Tlaga Waja.Idea pembuatan nama tersebut bisa dikatakan cukup kreatif dan mampu menarik perhatian bahkan terkadang dijadikan objek photo selfi oleh wisatawan baik yang sedang berkunjung maupun yang hanya sekedar lewat untuk beristirahat.

“Untuk tahun 2019 ini juga akan ada pembuatan nama untuk untuk destinasi Pesona Bukit Lempuyang dan Pesona Kebun Bunga Kasna di Besakih,” kata Astika saat ditanya mengenai pembuatan nama destinasi tersebut pada, Selasa (23/04/2019).

Dikatakan Astika, untuk pembuatan berupa tulisan pada tahun 2018 tersebut menggunakan anggarannya sebesar Rp. 160 juta untuk keempat lokasi. Sedangkan untuk tahun ini 2019, anggrannya cukup besar yaitu Rp. 200 juta untuk dua lokasi. Kwnapa lebih besar anggarannya karena disainnya kali ini berbeda yakni plang nama kawasan akan dibuat dalam bentuk lengkungan diatas jalan serta terbuat dari besi.

Hanya saja meski terbilang kreatif dalam upaya memajukan pariwisata di Kabupaten Karangasem, hendaknya disamping inten mempercantik juga harus diimbangi dengan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibuat.Seperti pemandangan plang nama Tukad Tlaga Waja misalnya, beberapa waktu lalu, media ini secara tidak sengaja mendapai plang nama yang dibuat pada tahun 2018 tersebut dalam keadaan rusak. Beberapa huruf seperti huruf “G dan A” pada tulisan “Telaga” nampak hilang entah karena sengaja dirusak atau memang sudah rapuh.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut larut tentu saja bukannya menambah keindahan justru malah terkesan menjadi tidak terurus terlebih pembuatannya menelan anggran yang tidak sedikit.Terkait dengan perawatan tulisan yang telah dibuat tersebut, Astika mengungkapkan bahwa saat ini untuk perawatan belum punya anggaaran karena baru setahun yang lalu dirampungkan. Hanya saja, itu akan tetap menjadi tanggungjawab dari pihaknya.

“Kalau untuk pemeliharan tentu melalui mekanisme penganggaran dalam perencanaan dinas,” tandasnya. (suar/bpn/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular