LC saat merusak pelinggih penunggun karang di rumah Ni Luh Sukerasih.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Entah apa yang merasuki jiwa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Denmark, berinisial LC (52) hingga nekat merusak pelinggih penuggun karang dan ganesha, di rumah Ni Luh Sukerasih (44) di Banjar Dinas/ Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Selasa (15/10) lalu.

Dalam rekaman video berdurasi 36 detik, LC merusak pelinggih penunggun karang dengan cara ditendang menggunakan kaki kanan hingga bangunan pelinggih itupun roboh.

Perusakan ini juga disaksikan oleh salah seorang wanita, yang diduga merupakan istri baru LC, bernisial R. Seusai merusak pelinggih penunggun karang, LC bersama istrinya pun bergegas meninggalkan rumah tersebut.

“Video yang terlihat kan hanya saat dia sedang merusak pelinggih penunggun karang. Namun sejatinya, pelinggih ganesha saya juga dirusak. Daksina dan wastra yang ada di pelinggih penunggun karang dilempar ke kolam. Memang saat kejadian rumah dalam keadaan sepi,” ucap Sukerasih didampingi kuasa hukumnya, Nengah Sukardika.

Sukerasih menuturkan, LC sudah lima tahun bercerai dengannya. Sejak pisah itu, LC sebut Sukerasih, lebih sering tinggal bersama istri barunya, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sesekali LC datang bersama istri barunya itu ke Buleleng, namun menginap di salah satu villa milik Sukerasih, yang katanya kini telah dibalik nama menjadi milik LC.

Saat perusakan pelinggih itu terjadi, Sukerasih mengaku sedang tidak berada di rumah. Kala itu, ia menginap di rumah kakaknya yang terletak di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Hingga pada Selasa (15/10) sore sekira pukul 15.30 wita, Sukerasih mendapatkan kabar dari tetangganya, yang mengatakan bila sang mantan suami merusak pelinggih-pelinggih yang ada di rumahnya tersebut. Mengingat posisi Sukerasih saat itu cukup jauh dari rumahnya, ia pun meminta kepada sang tetangga untuk merekam seluruh tindakan yang dilakukan oleh LC.

Tak terima dengan kejadian ini, Sukerasih langsung melaporkan kasus ini ke Mapolres Buleleng, pada Selasa (15/10) sekira pukul 17.00 wita.

Atas laporan itu, pada Rabu (16/10) pagi, polisi sebut Sukerasih datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

Nah, usai melakukan olah TKP itu, tepatnya pada sore hari, Sukerasih mendapatkan jika pelinggih miliknya sudah dalam kondisi baik.

“Saya tanya lagi ke tetangga, katanya pelinggih itu diperbaiki oleh mantan suami saya sendiri. Dia bawa tukang ke rumah untuk memperbaiki pelinggih-pelinggih itu,” ungkapnya.

Menurutnya, meski pelinggih sudah diperbaiki. Pihaknya akan tetap melanjutkan kasus ini ke polisi.

“Saya sebagai umat Hindu tidak terima tempat ibadah saya dirusak,” tegasnya.

Rencananya, kasus perusakan ini juga akan didiskusikan bersama tokoh Desa Kalibukbuk, Jumat (18/10).

Sementara, Kasat Reskirm Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto membenarkan adanya dugaan kasus perusakan pelinggih yang dilakukan oleh seorang WNA asal Denmark. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Terduga pelaku perusakan sudah diinterogasi. Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” singkatnya.