Tenganan Pegringsingan Festival
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Tenganan Pegringsingan Festival 2018 merupakan salah satu dari 100 calendar of event wonderful Indonesia yang merupakan program promosi pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Event ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pariwisata atas dukungan Kementrian Pariwisata Republik Indonesis yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat dan menampilkan rangkaian ritual “Usaba Sambah dan Mekare-kare” atau Perang Pandan sebagai persembahan utama selain menampilkan potensi Desa Tenganan Pegringsingan yang lainnya.

“Event ini diberi tajuk “Tenganan Pegringsingan Festival 2018” sesuai permintaan dari masyarakat setempat,” ujar Kadis Pariwisata, Wayan Astika.

Sementara itu, latar belakang penyelenggaraan festival ini yakni Kebudayaan Bali yang menjadi identitas orang Bali pada hakekatnya dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran Agama Hindu tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi yakni mengenai hubungan manusia dengan pencipta Nya, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungannya, konsep ketiga hubungan ini dikenal dengan ajaran Tri Hita Karana yaitu tiga hal untuk mencapai kesejahteraan/keharmonisan hidup di dunia ini.

Kebudayaan Karangasem yang merupakan bagian Kebudayaan Bali sangat beragam dan menarik. Hal itu dapat dilihat dari berbagai aktivitas keagamaan, karena kegiatan keagamaan tidak dapat terlepas dari kegiatan berkesenian.

Desa Tenganan atau disebut Tenganan Pegringsingan sendiri merupakan salah satu Desa kuno yang ada di Pulau Bali. Pola kehidupan masyarakatnya mencerminkan kebudayaan dan adat istiadat Desa Bali Aga atau pra Hindu yang berbeda dari Desa – Desa lainnya di Bali

Disisi lain, daya tarik lainnya yang dimiliki Tenganan yakni tradisi ritual Mekare-Kare atau “perang pandan”. Mekare-Kare merupakan puncak propesi rangkaian dari upacara Ngusaba sambah.

Selain mekare kare, Tenganan juga memiliki kerajinan yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia yaitu kerajinan tenun ikat Gringsing. Nama “Geringsing” berasal dari kata “Gering” yang berarti sakit dan “sing” yang artinya tidak, jadi Gringsing diartikan sebagai penolak bala.

Sementara itu, terkait tujuan diadakannya Festival ini diharapkan agar mampu membangkitkan wawasan wisata dan cinta adat dan budaya.

Mengingatkan kembali Tenganan Pegringsingan sebagai salah satu warisan budaya luhur dan sebagai daerah tujuan wisata yang kaya dengan keunikan adat budaya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke kabupaten karangasem, khususnya ke tenganan pegringsingan dan memperkenalkan potensi kabupaten Karangasem secara umum.

Event ini juga dikemas dalam bentuk pesta rakyat yang melibatkan masyarakat Tenganan dan beberapa Desa Tua di Kabupaten Karangasem.

Tidak hanya itu, dalam Festival ini juga akan dilaksanakan berbagai lomba yang bersifat edukatif bagi siswa-siswa dari usia TK, SD, SMP hingga SMK/SMA.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program 100 “Calendar Of Event Wonderful Indonesia” yang merupakan program promosi pariwisata. Pada kegiatan Kabupaten, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Tahun Anggaran 2018 Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem, melalui Kegiatan Event-event Promosi Pariwisata.

Event ini akan dilaksanakan mulai tanggal 5 sampai dengam tanggal 8 Juni 2018 dengan pusat event dilaksanakan di Balai Desa Tenganan Pegringsingan dan sekitarnya. (suar/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...