Tenun Songket Khas Buleleng Hiasi Pelantikan Anggota DPRD Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Ada yang menarik dari upacara peresmian pengangkatan anggota DPRD Buleleng periode 2019-2024 di Gedung DPRD Buleleng, Kamis (15/8). Seluruh anggota DPRD Buleleng serta undangan dari Pimpinan SKPD Buleleng, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, terlihat kompak menggunakan kain songket khas Buleleng dalam balutan pakaian adat yang digunakan.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Buleleng, Ketut Suwarmawan, penggunaan kain songket Buleleng dalam balutan pakain adat pada acara pelantikan Anggota DPRD Buleleng kali ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Tujuannya, imbuh Kabag Suwarmawan untuk menghidupkan kembali kejayaan songket Buleleng. Selain itu, instruksi tersebut dikeluarkan karena melihat Presiden Jokowi saat kunjungan ke Bali  beberapa waktu lalu.

Nah, kain songket khas Buleleng, tepatnya kain songket dari Jinengdalem.

“Songket merupakan kebanggan Kabupaten Buleleng. Kebanyakan daerah di luar Buleleng bahkan beberapa di luar Bali sudah mengenal songket Khas Buleleng sehingga kita sebagai orang Buleleng perlu untuk melestarikan,” jelasnya.

Imbuh Kabag Suwarmawan, kekompakan mengenakan kain songket Buleleng selain mengenalkan juga mempopulerkan kain tenun khas Buleleng tersebut.

“Praktis, produksi kain tenun Songket Buleleng semakin meningkat, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengerajin,” imbuhnya.

Kain songket yang digunakan oleh Anggota DPRD Buleleng dan sejumlah pimpinan SKPD berasal dari berbagai sentra kerajinan di Buleleng. Mulai dari Songket dengan motif klasik dari Beratan, Songket bahan alam dari Sinabun, sampai dg Songket dengan motif modern dari Jinengdalem.

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng sendiri tampak kompak memakai saput dan udeng Songket yang berbahan alam, karya sentra pertenunan dari Sinabun.

Sementara, Anggota DPRD terpilih Luh Hesti Ranitasari mengungkapkan, memang jauh-jauh hari sebelumnya menyiapkan kain tenun songket dipesan dari pengerajin songket di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

“Tentunya harus bangga dong dengan produk songket lokal. Bahannya nyaman dan cocok dikombinasikan,” singkatnya.

Salah seorang Kepala SKPD, Gede Sugiartha Widiada mengaku bangga menggunakan kain songket Buleleng. Jenis kain songket yang dipakainya adalah kain songket dari Joanyar. Ini merupakan aksi nyata untuk meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan kain songket.

“Upaya dan aksi nyata melestarikan kain songket khas Buleleng. Kain songket ini dari Joanyar,” tandasnya.