Gubernur Bali, I Wayan Koster memimpin rapat menyikapi masalah informasi sesat soal penutupan toko Tiongkok
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews. com – Untuk membeberkan fakta sekaligus menepis info Hoax alias sesat yang sengaja dipolitisasi berujung adu domba soal penutupan toko Tiongkok, secara khusus Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana memimpin langsung keberangkatan delegasi ke kota Tiongkok pada awal Desember.

“Direncanakan pada tanggal 1 sampai 7 Desember bersama delegasi Pariwisata Bali ke beberapa kota di Tiongkok untuk menjelaskan bahwa yang ditertibkan oleh Pemprop Bali adalah perusahaan yang melanggar hukum yang selama ini memberi pelayanan kurang baik khususnya bagi wisatawan China,” kata Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster serta didampingi Kadis Pariwisata Bali melakukan acara minum kopi bersama dengan beberapa Ketua Asosiasi Pariwisata di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (17/11).

Untuk itu, pria yang juga Ketua PHRI Bali ini berharap para pengusaha di Bali bersabar.

“Kami harap teman2 pengusaha di Bali untuk bersabar, dan bersatu padu untuk menjaga pariwisata Bali agar bisa kelak kita wariskan untuk anak cucu kita,” jelasnya

Cok Ace demikian disapa akrab menegaskan sejatinya yang di perintahkan Pak Gub adalah agar Wali Kota/ Bupati se – Bali menindak tegas usaha yang melanggar hukum/ peraturan, khususnya yang sangat berdampak buruk terhadap nama baik Bali sebagai destinasi favorite wisatawan dunia.

Dan diakui Cok Ace mencermati pemberitaan media masa akhir-akhir ini, disinyalir ada miss persepsi dari beberapa pihak atas perintah Gubernur Bali, I Wayan Koster kepada wali kota/ Bupati se Bali khususnya penutupan toko yang mempekerjakan tenaga asing ( China), serta menjual peoduk China yang akhir ini semakin gencar memperluas jaringan usahanya di Bali.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Bali (GIPI) atau Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung yang didampingi beberapa Ketua Stake holder Pariwisata Bali menyambut baik sikap tegas pasangan Gubernur, I Wayan Koster dan Wakil Gubernur, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati itu.

Bahkan, pihaknya memohon penertiban sepertoli ini terus dilakukan tidak saja kepada toko yang selama ini disinyalir melanggar peraturan, tapi juga perusahaan lainnya, yang menimbulkan iklim persaingan usaha yang tidak sehat.

Lebih lanjut Ida Bagus Agung menjelaskan dampak penutupan beberapa perusahaan/ toko akan berdampak kepada sebagian kunjungan wisatawan China ke Bali yang kebetulan pada saat bersamaan yaitu bulan November dan Desember merupakan periode low seasson wisatawan China ke bali.

Untuk itu ketua GIPI Bali yang didampingi Ketua ASITA Ketua HPI ketua PHRI Ketua IHGMA Bali dan ketua BPPD Bali telah mengantisipasi dg jalan menjalin komunikasi yang intens dengan pemerintah China melalui Konjen Tiongkok di Bali. (art/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here