Terapi Lintah Dikenal Sejak Ratusan Tahun Lalu

Kesehatan, balipuspanews.com – Anda pasti pernah mendengar kata ‘lintah’? Binatang yang termasuk jenis cacing ini sangat menggelikan dan jijik sekali. Mendengar namanya saja sudah membuat mual dan takut. Untuk memegangpun sangat tidak mungkin karena kemungkinan yang terjadi darah anda disedot.

Lintah merupakan binatang sejenis cacing yang menghisap darah, binatang ini dapat anda temukan dengan mudah pada saat musim hujan atau di daerah lembab seperti hutan hujan tropis, rawa, sawah atau tempat lembab lainnya.

Lintah sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai salah satu binatang yang berguna sebagai terapi alternatif beberapa penyakit terutama yang berhubungan dengan peredaran darah. Proses terapi lintahpun sangat simpel, hanya tempelkan lintah pada titik-titik akupuntur sesuai dengan penyakit pasien, kemudian secara otomatis lintah akan menghisap darah kotor pasien.

Lintah memiliki alat berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya yang berfungsi untuk menghisap darah. Ukuran yang digunakan juga beraneka macam, khusus untuk kecantikan biasanya menggunakan lintah berukuran kecil dan ditempelkan pada wajah.

Untuk penyakit berat seperti diabetes, paru-paru, liver biasanya menggunakan lintah yang besar. Namun tidak mungkin lintah besar digunakan pada kulit wajah karena gigitan lintah besar akan susah pudar. Sekali sedot lintah dapat menampung 15 hingga 20 ml darah. Jenis lintahnya pun tidak sembarangan. Untuk terapi lintah biasanya menggunakan jenis lintah Hirudo Medicinalis, biasanya disebut lintah kerbau.

Baca Juga :  HUT ke-22 Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia Bali Chapter, Undang Ribuan Pemotor hingga Luar Negeri

Manfaat Terapi Lintah Bagi Kesehatan
1. Mengobati Hipertensi

Di dalam tubuh lintah mengandung senyawa khusus, yang berfungsi membantu sistem kerja tekanan darah. Penyakit ini biasanya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia. Untuk pengobatan pada penyakit hipertensi, terapi lintah yang dilakukan pada beberapa titik pada tubuh penderita hipertensi dapat langsung bekerja pada pembuluh vena, hasil dari terapi lintah langsung dapat Anda rasakan.

2. Mengobati Penyakit Kulit

Penyakit yang dimaksudkan bukan hanya satu jenis penyakit kulit saja, tetapi beberapa penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Contohnya eksim, borok dan herpes. Pengobatan menggunakan media lintah ternyata juga digunakan di luar negeri pada beberapa salon kecantikan, karena senyawa yang terkandung dalam air liur lintah juga dapat menjadi solusi kesehatan kulit seperti pencegahan penuaan dini.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Bupati Sanjaya Berkantor di Desa Belumbang

3. Mengobati Penyakit Diabetes

Kematian jaringan biasanya dialami oleh penderita penyakit diabetes, kemungkinan terburuk dari kematian jaringan adalah proses amputasi. Untuk penderita diabetes dapat memanfaatkan terapi lintah karena lintah berfungsi meningkatkan aliran darah dalam tubuh sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

4. Mempercepat Penyembuhan Luka

Zat bdellins yang terdapat pada air liur lintah berfungsi membantu tubuh dalam mengatasi penyakit peradangan. Penyakit peradangan memang dapat terjadi atau menyerang bagian dalam tubuh.

Contohnya : peradangan saluran pencernaan, pankreatitis, dan hepatitis.Manfaat terapi lintah mengobati penyakit kardiovaskular dan penyakit pembuluh darah. Masalah pembuluh darah tersebut dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti penyakit stroke, penyakit jantung dan lain-lain.

Proses terapi lintah dilakukan dengan menghisap darah pasien kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung senyawa peptide. Senyawa peptide tersebut berfungsi dengan cepat dalam mengatasi pembekuan darah dan melancarkan peredaran/sirkulasi darah.

5. Mengatasi Nyeri Sendi

Nyeri sendi adalah salah satu penyakit yang berdampak dari umur juga. Perlu diketahui sendi dalam tubuh kita dilindungi oleh lapisan-lapisan yang semakin tua lapisan tersebut semakin teriris. Nyeri sendi dialami oleh orang yang sudah tua.

Baca Juga :  Bocah yang Tenggelam di Bendungan Titab Ditemukan Tak Bernyawa

Nyeri sendi tidak bisa dinyatakan suatu penyakit parah, namun bila didiamkan akan mengakibatkan osteoporosis. Penderita sendi selalu mengeluh dengan rasa sakit ketika berjalan, turun tangga atau aktivitas-aktivitas yang melibatkan persendian. Untuk mengobati nyeri sendi anda, dapat dimulai dengan terapi lintah karena air liurnya mengandung anti inflamasi.

Beberapa peneliti sampai saat ini belum menemukan secara pasti efek samping dari terapi lintah tersebut. Namun sangat disarankan pada orang yang menderita anemia untuk tidak melakukan terapi lintah tersebut karena dikhawatirkan kekurangan darah dan pingsan.

Tetapi sebaliknya, jika tubuh cukup darah dan selama pola makan teratur, maka terapi lintah tersebut aman untuk dilakukan. Namun terapi lintah dilarang keras untuk pengobatan pasien penderita HIV/AIDS karena pasien tersebut mengalami sistem kekebalan yang sangat rendah. Hal ini membuat resiko sangat fatal jika dipaksakan menjalani terapi lintah. (Berbagai sumber)