Kamis, April 18, 2024
BerandaJembranaTerbawa Arus KMP Trisna Dwitya Kandas

Terbawa Arus KMP Trisna Dwitya Kandas

JEMBRANA, balipuspanews.com– Cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali pada malam 1 Suro, Selasa (18/7/2023) malam benar-benar mengganggu penyeberangan lintas Jawa-Bali. Selain kapal tidak bisa sandar di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, salah satu kapal kandas karena terseret arus dan dorongan angin kencang.

Saat air surut sehingga aktivitas bongkar muat di dermaga LCM terhenti, juga terjadi angin kencang dan gelombang tinggi serta arus kuat di perairan Selat Bali.

Akibat angin kencang dengan kecepatan 25 sampai 30 knot membuat kapal yang sedang berlayar bisa terdorong. Seperti yang dialami Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisna Dwitya.

Saat kapal milik perusahan pelayaran PT Lintas Sarana Nusantara yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang saat mendekati Pelabuhan Gilimanuk tidak mampu melawan dorongan angin dan derasnya arus. Sehingga kapal hanyut keutara lalu kandas di perairan dangkal sekitar pukul 21.40 Wita.

Posisinya kandas pada -08’09.4093′, 114’26.2588′ (sebelah utara sekitar 500 meter dari Dermaga LCM Gilimanuk). Karena air surut maka KMP Trisna Dwitya tidak bisa melakukan olah gerak agar bisa lepas kandas.

BACA :  Sekda Adi Arnawa Ngupasaksi Karya Ngenteg Linggih di Pura Sang Hyang Landu Gelagah Puwun, Desa Kekeran

Karena lama menunggu, 25 orang penumpangnya kemudian dievakuaai Polair ke ruang VIP ASDP. Sempat ada rencana upaya penarikan dengan KMP SMS Swakarya saat puncak air pasang antara pukul 23.00 Wita sampai pukul 00.00 Wita. Namun upaya itu urung dilakukan.

“Untuk saat ini penumpang menunggu evakuasi kapal di kantor ASDP,”ujar Koorsatpel BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta.

Setelah semalaman kandas, Rabu (19/7/2023) pagi upaya penarikan kembali dilakukan dengan KMP SMS Sqakarya dari satu perusahaan.

“Tetapi upaya penarikan pertama sekitar pukul 08.00 Wita gagal karena talinya putus,” jelasnya.

Hingga pukul 11.30 Wita atau lebih dari 12 jam KMP. Trisna Dwitya masih duduk di perairan dangkal tempatnya kandas.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular