Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengTerdakwa Penistaan Agama Saat Nyepi di Sumberklampok Divonis Setahun Percobaan

Terdakwa Penistaan Agama Saat Nyepi di Sumberklampok Divonis Setahun Percobaan

BULELENG, balipuspanews.com – Sidang vonis terhadap dua terdakwa penistaan agama saat Nyepi di Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng berlangsung Kamis (13/6/2024) di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja.

Terdakwa berinisial AZ,51, dan MR,57, oleh majelis hakim yang dipimpin Ketua I Made Bagiarta yang didampingi Made Hermayanti Muliartha dan Pulung Yustisia Dewi selaku hakim anggota dalam telah menjatuhi hukuman setahun percobaan.

Dalam pembacaan putusan majelis hakim menyampaikan, ada sejumlah hal menjadi pertimbangan dalam memutuskan hukuman yang tepat terhadap kedua terdakwa. Salah satunya yang memberatkan yakni keduanya menimbulkan keresahan bagi umat Hindu sekaligus dinilai mengganggu keharmonisan hubungan sosial, antara masyarakat Hindu dan masyarakat Muslim.

Sedangkan hal yang meringankan hukuman terhadap keduanya yakni telah terus terang mengakui perbuatannya serta menyesali semuanya. Selain itu ditambah dengan sudah adanya perdamaian dengan pelapor yang disampaikan dalam paruman agung Desa Adat Sumberklampok. Kemudian kedua terdakwa adalah tulang punggung keluarga, lalu belum pernah di hukum, dan terakhir sudah bersikap sopan selama menjalani persidangan.

BACA :  Mantan Pemain Manchester United Patrice Evra Dihukum Penjara Karena Meninggalkan Keluarganya

Berdasarkan hal tersebut akhirnya majelis hakim menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 156a KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim pun menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama enam bulan. Namun pidana tersebut tidak perlu dijalani oleh keduanya.

“Kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain, disebabkan karena para terpidana melakukan suatu tindak pidana, sebelum masa percobaan masing-masing selama satu tahun berakhir,” sebut hakim ketua dalam sidang.

Melalui keputusan tersebut disimpulkan jika kedua terdakwa akan menjalani masa percobaan selama satu tahun lamanya. Akan tetapi jika nantinya kedua terdakwa kembali melakukan pelanggaran hukum sampai diputus oleh hakim, maka keduanya akan langsung dijatuhi hukuman selama enam bulan.

Penulis : Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular