Photo Ilustrasi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Terbukti mencuri sebuah topeng bernilai jutaan rupiah, Ketut Suarjana (24) kini harus mendekam di balik jeruji besi selama kurang lebih 5 tahun lamanya.

Aksi pelaku Suarjana terbongkar berkat rekaman kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut merekam secara jelas aksi yang dilakukan oleh pelaku Suarjana.

Kapolsek Sukasada, Kompol Gede Juli menjelaskan, kasus pencurian ini terjadi di rumah milik seorang warga bernama Ayu Triana, yang terletak di Lingkungan Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Senin (11/6) sekitar pukul 14.00 wita, saat kondisi rumah dalam keadaan kosong atau sepi.

Baca Juga: Pernah Maling di Celuk,  Pasangan Kekasih Diamankan

Pelaku Suarjana pun lantas menggunakan kesempatan itu untuk mencuri topeng yang dipajang di teras rumah korban. Tak butuh waktu lama, rumah yang tidak memiliki pagar itu dengan mudah dimasuki oleh pelaku Suarjana.

Nah, aksi pencurian ini baru diketahui oleh sang pemilik rumah pada Kamis (14/6) sekitar pukul 15.00 wita.

Dimana saat itu, Komang Widiarawan selaku anak kandung Ayu Triana datang untuk mengecek rumah orangtuanya.

Setibanya di rumah bergaya joglo itu, Komang Widiarawan sontak terkejut ketika melihat topeng yang dipajang telah raib.

Tak lama kemudian, Widiarawan bersama ibunya bergegas melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Sukasada.

Atas laporan tersebut, aparat kepolisian sektor Sukasada pun bergerak menuju ke TKP, untuk melakukan penyelidikan. Beruntung, di sekitar rumah korban terdapat kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut merekam secara jelas aksi yang dilakukan oleh pelaku Suarjana. Hingga akhirnya ia berhasil ditangkap pada Rabu (28/6) sekitar pukul 15.00 wita, di kediamannya Jalan Lapang Baru, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng.

“Menurut korban sih, harga topeng itu Rp 10 juta. Karena mahal dan termasuk antik sehingga pelaku tergiur untuk mencurinya. Beruntung, topeng belum sempat dijual oleh pelaku,” ungkap Kompol Juli, belum lama ini.

Atas perbuatannya, pelaku Suarjana dijerat dengan pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar...