Keluarga korban Alit menggelar upacara ngulapin di tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (17/1) pagi.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Singaraja masih duduk di kelas VIII, Alit Juni Artana (14) tewas di jalur cepat Jalan Ahmad Yani Singaraja, persisnya di kilometer 2.300, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (16/1) sore.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Lantas AKP Citra Fatwa Rahmadani mengungkapkan, kronologi kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA itu, bermula saat korban Alit beralamat di Gang Remaja 68 Kelurahan Kampung Anyar, menunggangi sepeda motor Honda Scoopy DK 3240 UU membonceng tetangganya Gunawan Adi Nugroho (14) berjalan beriringan dengan bus pariwisata K 1606 CM yang dikemudikan Supriyadi (48) dari arah timur (Singaraja) menuju barat (Gilimanuk).

 

Mendekati tempat kejadian perkara (TKP), korban Alit semula berada dibelakang bus pariwisata tiba-tiba tancap gas dan berusaha menyalip bus dari sebelah kiri dengan kondisi jalan cukup sempit. Tak pelak, korban oleng sebelum akhirnya tergelincir membentur badan bus.

 

Akibat kerasnya benturan, korban sempat terpental beberapa meter.

 

“Korban Alit bersama teman yang dibonceng langsung dilarikan ke RS Parama Sidhi. Alit mengalami luka robek pada jempol kaki kanan, pendarahan di perut dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Sedangkan Nugroho yang dibonceng korban, saat ini masih menjalani rawat inap lantaran patah di paha kanan,” ungkap Kasat Rahmadani, Jumat (17/1) sore.

 

Kasus kecelakaan, sebut Kasat Ramdani ditangani Unit Laka Polres Buleleng dan masih dalam proses penyelidikan.

 

“Barang bukti sudah kita amankan, juga sopir bus sedang kita mintai keterangan,” pungkasnya.