Kapolsek Seririt, Kompol I Made Uder menunjukkan barang bukti Hanphone curian di Mapolres Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SERIRIT, balipuspanews.com — Putu Arya Anggling Darma Wibawa (21), harus kembali berurusan dengan aparat kepolisian Sektor Seririt lantaran pelaku terbukti mencuri handphone merk Evercross milik Wayan Sukra (35) tinggal di Banjar Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, diman korban tak lain merupakan tetangganya sendiri.

Tak hanya menggondol handphone, pelaku Anggling Darma juga menggondol uang tunai Rp 1,5 juta serta 1 unit speaker aktif milik korbannya.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Seririt Kompol I Made Uder mengungkapkan, pelaku merupakan seorang residivis, dimana sebelumnya pelaku Anggling Darma pernah ditangkap lantaran mencuri di rumah korban Wayan Sukra.

“Sudah dua kali membobol rumah korban (Wayan Sukra), juga adalah bos tempat pelaku bekerja. Pelaku ini baru keluar dari penjara tujuh bulan lalu. Informasi masyarakat, pelaku ini memang kerap membuat ulah yang meresahkan, namun tidak dilaporkan saja,” ungkap Kompol Uder di Mapolres Buleleng, Jumat (16/8).

Imbuh Kompol Uder, kronologi penangkapan pelaku bermula dari laporan korban pada Senin (5/8) siang. Hasilnya, kecurigaan unit Reserse dan Kriminal Polsek Seririt mengarah ke pelaku Anggling Darma.

Tak berselang lama, tepatnya Senin (12/8) pelaku tak berkutik saat dibekuk di rumahnya.

“Pelaku sempat berkelit, tidak mengaku. Namun, setelah dilakukan penggledahan polisi mendapatkan barang bukti di dalam rumahnya, pelaku pun akhirnya mengaku melakukan pencurian di rumah korban,” terangnya.

Ditanya motif pelaku mencuri, Kompol Uder menjelaskan, pelaku mengaku sakit hati lantaran upah yang diberikan korban tidak sesuai.

“Pelaku nekat mencuri di rumah korban karena sentimen pribadi, dimana pelaku mengaku upah petik cengkih dan kopi diberikan korban kepada pelaku tidak cocok. Dikasi upah Rp 70 ribu per hari dipotong sewa motor Rp 5 ribu. Namun, kembali pengakuan dari pelaku sewa motor itu, dipotong Rp 15 ribu per hari oleh bosnya. Mungkin karena itu korban sakit hati hingga nekat mencuri,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku Anggling Darma dijerat pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.