Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaKlungkungTerjatuh dari Tebing Saat Mancing, Pria asal Desa Sakti, Nusa Penida Hilang...

Terjatuh dari Tebing Saat Mancing, Pria asal Desa Sakti, Nusa Penida Hilang Ditelan Ombak

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Malang benar nasib pria berinisial IWS,31. Dia terjatuh dari tebing setinggi 20 meter saat mancing di Pantai Tanjung Naup, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (5/10/2023). Hingga kini, IWS yang asal Desa Sakti, Nusa Penida belum ditemukan karena menghilang bersama ombak.

Sempat terdengar suara korban meminta tolong sesaat setelah terjatuh. Namun upaya pencarian tersebut sulit dilakukan, karena kondisi ombak besar di pinggir tebing.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta ketika dikonfirmasi media balipuspanews.com, Jumat (6/10/2023). Menurutnya kejadian ini terjadi, Kamis (5/10/2023) sekitar pukul 18.00 WITA.

Kejadian bermula saat korban mengajak tiga orang temannya, I Nyoman Mulu,57, I Kadek Alit,27, dan I Kadek Putra Adnyana,28 untuk mancing di spot baru yang disebutnya Pantai Tanjung Naup. Padahal sebelumnya mereka rencananya akan mancing di Pantai Andus.

“Korban dan saksi (Nyoman Mulu, Kadek Alit dan Kadek Putra Adnyana,red) tiba di lokasi mancing (Pantai Tanjung Naup,red) sekitar Pukul 19.00 WITA,” ungkap Ida Bagus Putra Sumerta.

BACA :  Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Pembegalan di Jalan Raya Tusan-Bakas

Pantai Tanjung Naup ini kondisinya hampir sama dengan pantai lainnya di wilayah Desa Bungamekar, yakni pesisirnya berada dibawah tebing curam. Sementara saat itu korban bersama temannya Nyoman Mulu, dan Kadek Alit berada di atas tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter.

“Sebelum mancing, korban dan saksi sempat beristirahat dan makan, sembari menyiapkan alat-alat pancing,” jelasnya.

Kemudian korban memulai untuk mancing dari pinggir tebing dalam kondisi gelap. Sementara Nyoman Mulu, Kadek Alit, dan Kadek Putra Adnyana memilih tetap beristirahat. Tidak berselang lama, ketiganya mendengar suara ombak yang sangat keras.

“Setelah mendengar ombak keras itu, ketiga saksi reflek mengarahkan senternya ke tempat korban sebelumnya mancing. Namun saat itu korban sudah tidak ada,” jelas Putra Sumerta.

I Nyoman Mulu, I Kadek Alit dan I Kadek Putra Adnyana berkali-kali memanggil korban. Namun sempat terdengar teriakan korban meminta tolong sebanyak 3 kali dari arah laut. Selanjutnya suara korban tidak terdengar lagi. Ketiganya tidak bisa berbuat banyak, karena kondisi ombak yang besar di bawah tebing.

BACA :  Keuntungan Membaca Web Novel di Zaman Digital

Ketiganya lalu melapor ke kepolisian dan dilanjutkan dengan upaya pencarian oleh tim SAR. Namun pada saat kejadian, kondisi gelap, ombak tinggi dan arus air laut kencang. Maka dari tim SAR memutuskan malam itu tidak melakukan upaya evakuasi/pencarian di laut karena mempertimbangkan keselamatan petugas.

“Malam kemarin kami langsung melakukan pencarian di pinggiran tebing-tebing, karena apabila melakukan pencarian di laut dengan keterbatasan jarak pandang tidak efektif,” terang Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Upaya pencarian dilanjutkan, Jumat (6/10/2023). Basarnas mengerahkan 1 unit RIB (Right Inflatable Boat), untuk penyisiran di perairan. Pencarian pertama tim SAR gabungan menggerakkan sebanyak 6 personil dari Pos SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida dan BPBD.

“Kami melakukan perhitungan dari arah angin, kondisi arus dan gelombang untuk ploting area pencarian, dan fokus area pencarian seluas 4 Nm2, sementara penyisiran darat 2 KM,” terangnya.

Operasi SAR saat ini masih terkendala alun tinggi dan sudah beberapa kali dicoba memasuki area pencarian masih belum memungkinkan. Pada pukul 09.35 WITA tim SAR gabungan standby di Toyapakeh.

BACA :  Dukung Kemajuan Pendidikan, Desa Adat Panjer Hibahkan Lahan untuk SDN 1 Panjer

“Dengan menyesuaikan kondisi, maka tim darat diperkuat untuk pemantauan kemungkinan tanda-tanda terlihatnya korban,” pungkasnya.

Penulis: Roni

Editor: Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular