Terkait Kasus JRX, GPS Ikut Bersuara

Gede Pasek Suartika (GPS) saat ditemui di rumahnya di Desa Sambangan, Buleleng.
Gede Pasek Suartika (GPS) saat ditemui di rumahnya di Desa Sambangan, Buleleng.

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reskrimsus Polda Bali, I Gede Ari Sutisna alias Jerinx yang merupakan Drummer dari Superman Is Dead (SID) beberapa tokoh ikut angkat bicara, salah satunya Gede Pasek Suartika (GPS)

Pengacara sekaligus salah satu politisi Partai Hanura tersebut berpendapat bahwa penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Jerinx ada beberapa hal yang harus direnungkan. Sebab didalam penegakan hukum pihaknya menilai ada yang namanya kepastian hukum, keadilan hukum, dan manfaat hukum.

Sehingga saat dilakukan penangkapan dalam waktu yang cepat serta langsung di masukkan kedalam tahanan akan muncul pertanyaan apa ada agenda yang sangat penting terselip.

“Saat ini saya hanya bisa memberikan dukungan moral terhadap jerinx agar tetap tegak lurus meyakini apa yang sudah dilakukan. Manfaatnya ada tidak untuk kepentingan apa gak justru sebaliknya dimana hari ini kita lihat belum sampai 12 jam sudah 25 ribu petisi online meminta membebaskan jerinx,” jelasnya, Jumat (14/8/2020).

Lanjut politisi yang kerap disapa GPS ini menambahkan bahwa pihaknya menilai apa yang dilakukan terhadap Jerinx bukanlah mencerminkan sebuah tontonan yang bagus dalam melakukan edukasi terkait penegakan hukum. Bahkan jika dilihat dari urgencynya pihaknya menilai apabila dikaitkan dengan 30 ribu rampok copet pemerkosa pencuri semacamnya itu dibebaskan.

Sementara Jerinx yang hanya karena cara berkomunikasi saja kemudian harus ditahan di Polda dan sebagainya, bagi GPS ini tontonan yang kurang begitu bagus untuk edukasi penegakan hukum.

“Jadi kalau menurut saya, saya sendiri sering dikritik Jerinx dengan bahasa kasar tapi memang gayanya begitu, seniman itu kita harus memahami gaya seniman kalau dilihat dari wajahnya kan sering gak cocok, tatto dimana mana tapi hatinya kan belum tentu penuh tatto,” imbuhnya.

Tak hanya itu GPS melihat sosok seorang Jerinx memang merupakan seorang seniman yang terkadang membuat pihaknya kesal dikarenakan gaya bahasanya yang seolah paling berani dan paling benar, akan tetapi dibalik semua itu pihaknya melihat bahwa sosok Jerinx dengan gayanya tersebut justru menjadi cara untuk menyampaikan pesan terhadap seseorang, sehingga bagi GPS sosok Jerinx dipandang perlu untuk semua orang.

“Jadi saya kira sudahlah minimal jerinx tidak usah ditahan. Saran saya karena ini jujur saja itu bisa mendegradasi penegakan hukum,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan