Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Buleleng Terkait Restorasi Rumah Ibunda Bung Karno, Bupati Minta Menyerupai Aslinya

Terkait Restorasi Rumah Ibunda Bung Karno, Bupati Minta Menyerupai Aslinya

BULELENG, balipuspanews.com – Peletakan batu pertama proses restorasi rumah ibunda Bung Karno yakni rumah Nyoman Rai Srimben yang berlokasi di Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng kedepannya diminta pembuatannya serta secara detail bisa menyerupai aslinya.

Hal ini diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST saat melaksanakan proses peletakan batu pertama retorasi pembangunan rumah Nyoman Rai Srimben. Bahkan pihaknya menekankan baik dari segi bahan yang akan digunakan, struktur bangunan hingga proses pengerjaannya harus secara detail menyerupai yang sebelumnya, sehingga keaslian dari bangunan awal bisa terlihat dengan jelas.

“Tidak ada target, tetapi saya memberikan arahan agar mendekati bentuk bangunan aslinya. Itu aja,” ujarnya.

Lanjut Agus Suradnyana menjelaskan bahwa kegiatan restorasi ini merupakan awal dari pembangunan. Selanjutnya pihaknya akan terus melakukan diskusi dengan keluarga besar Bale Agung (Keluarga Nyoman Rai Srimben) untuk menggali lebih dalam seperti apa kondisi lingkungan dan bangunan dizaman dahulu, terurana pada areal rumah Nyoman Rai Srimben untuk dibuat semirip mungkin melalui dokumen-dokumen yang masih tersimpan.

“Kita coba lihat-lihat lagi foto-foto lama. Lingkungannya seperti apa. Kita berupaya lingkungannya dikembalikan,” jelasnya.

Tak hanya itu apabila ada bangunan yang harus dipindahkan pada pengembalian lingkungan di sekitaran rumah Nyoman Rai Srimben ini, pihaknya akan mendiskusikan dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng.

Agar bangunan yang akan dipindahkan diperhitungkan pembangunannya. Berapa nilainya dan posisinya dimana. Sehingga lingkungan pada rumah Nyoman Rai Srimben ini menyerupai pada bentuk aslinya.

“Jangan setengah-setengah kalau kita mau jadikan ini sebuah cagar budaya,” imbuhnya.

Sementara Itu, perwakilan dari dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali, Giri Prayoga mengungkapkan untuk perubahan restorasi pada rumah Nyoman Rai Srimben akan terus didiskusikan dengan Bupati Buleleng melalui Disbud Buleleng dan pihak keluarga besar Bale Agung Singaraja. Agar restorasi yang dilakukan betul-betul menyerupai bangunan aslinya.

“Sesuai dengan keinginan Bapak Bupati beliau ingin benar-benar detail restorasinya,” ungkapnya.

Sementara itu pada restorasi yang akan dilaksanakan kali ini tidak ada kegiatan penggalian terhadap dasar bangunan. Tetapi sudah diperkirakan akan ada sedikit kenaikan sisi bangunan sekitar 10-15 sentimeter karena dari sisi tangga yang paling bawah kelihatan sangat pendek dikarenakan adanya penimbunan dasar bangunan.

“Ada kenaikan sedikit, karena memang mengembalikan ke aslinya,” singkatnya.

Selain itu ditambahkan bahwa untuk bahan baku akan tetap mempergunakan bahan baku yang menyerupai aslinya. Hanya saja ada beberapa bahan yang sulit didapat yaitu batu bata. Dimana batu bata pada bangunan tersebut bentuknya sedikit berbeda-beda. Ada yang ukuran kecil dan ada ukuran lebih besar. Namun, pihaknya sudah mempersiapkan untuk bahan baku batu bata tersebut.

“Target tuntas tentu saja di awal bulan Desember 2020. Ini harus selesai tepat waktu,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of