Terkena Imbas Covid-19, Kadek Sudarsana Tak Pantang Menyerah

Karyawan hotel alih profesi jadi dagang sate.
Karyawan hotel alih profesi jadi dagang sate.

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Pandemi Covid-19 menyebabkan jutaan pekerja terkena dampaknya,  pekerja terpaksa dirumahkan dari pekerjaan, tidak hanya itu bahkan di PHK dari tempat kerjanya.

Salah satu yang terkena dampak akibat virus covid-19 adalah Kadek Sudarsana yang bekerja di penginapan yang terpaksa dirumahkan.

Kadek Sudarsana adalah warga Dusun Batumulapan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Sehari-harinya Kadek Sudarsana bekerja di penginapan, selesai bekerja ia mengisi waktu  mencari ikan dengan cara menjala di laut depan rumahnya.

Ikan yang ia dapat itu, oleh sang istri Ni Komang Juniatari dijadikan lauk pauk yang dijual menjadi nasi jinggo ikan ilak, selain berjualan nasi jinggo pada pagi hari, sang istri juga menjual ikan tongkol panggang pada sore hari diatas trotoar di samping wantilan desa adat, tak jauh dari rumahnya.

Akibat pandemi Covid-19, Kadek Sudarsana sementara waktu dirumahkan. Ia membantu istrinya mempersiapkan nasi jinggo dan ikan panggang.

“Saya selain berjualan nasi jinggo kini berjualan ikan panggang yang telah ada sambal matah dan rebusan ketela pohon. Karena penjualan merosot sampai 70 persen akibat virus Corona saya mencoba tidak hanya menjual nasi jinggo dan ikan panggang, kini ditambah menjual ketupat dengan lauk sate babi,” ungkap Kadek Sudarsana.

“Lumayan meningkatkan penjualan, sekitar naik 50% lagi. Saya biasanya berjualan mulai jam 4 sore sampai jam 9 malam, syukur ada saja untuk menyambung hidup, penjualan saya meningkat lagi setelah saya berjualan sate babi dan ketupat,” tambah Kadek Sudarsana yang sedang memanggang sate babi didampingi sang istri.

Ketika disinggung apakah dirinya akan kembali bekerja di sektor pariwisata bila tamu sudah kembali ramai, Sudarsana mengaku ingin fokus berjualan.

“Bila pariwisata kembali normal saya tetap akan berjualan seperti ini. Saya akan memberitahu bos saya, karena pekerjaan ini banyak menguras waktu saya. Saya mempersiapkan sate babi, ikan yang akan dijual sejak jam 8 pagi. Bila pariwisata ramai dan ekonomi masyarakat pulih biasanya penjualan saya meningkat, itu tentunya perlu fokus,” ujar Kadek Sudarsana.

Ni Komang Juniatari yang berada disebelahnya mengatakan berjualan dipinggir jalan ia lakukan dengan pertimbangan menghemat sewa toko, karena ia mengaku tak memiliki modal yang banyak.

“Kalau sewa toko hasilnya juga sama. Kalau musim hujan tiba kami sudah menyiapkan payung untuk berteduh. Anak-anak kami juga ajak disini. Syukur, ada saja yang membeli dagangan kami,” tutur Komang Juniatari.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan