Komisi IV DPRD Bali melakukan pertemuan mendiskusikan dengan Camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk mendirikan gedung SMK baru
Komisi IV DPRD Bali melakukan pertemuan mendiskusikan dengan Camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk mendirikan gedung SMK baru
sewa motor matic murah dibali

BANJAR, balipuspanews.com- Keterbatasan Sekolah SMA/SMK di Desa Asah Gobleg, Buleleng tidak sebanding dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada disana, tentu para lulusan tidak akan tertampung semua.

Pun tertampung, namun harus melanjutkan keluar kecamatan yang jaraknya lebih jauh. Hal ini yang menyebabkan tingginya angka tidak melanjutkan sekolah kejenjang SMA/SMK, padahal anjuran pemerintah siswa wajib belajar 12 tahun.

Melihat fenomena yang terjadi tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Bali yang membidangi Pendidikan, Sosial Budaya, dan Kesejahteraan Masyarakat turun ke lapangan guna mendiskusikan dengan Camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk mendirikan gedung SMK baru.

“Kami turun atas laporan dari masyarakat, ingin bertemu komisi IV,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Bali Ir.  I Gusti Putu Budiarta saat di konfirmasi, Sabtu (19/10/2019).

Politisi asal Desa Pedungan ini menyebut, bahwa terkait lahan yang bakal digunakan atau dibangun gedung sekolah tersebut sudah disiapkan  seluas 1 hektar 50 are, oleh desa adat setempat. Namun, masih ada sedikit kendala sehingga belum bisa dibangun atau dianggarkan dana tahun sekarang.

“Tahun ini belum bisa menganggarkan, karena masih ada sedikit kendala,” imbuhnya.

Politisi PDIP ini berharap agar persoalan yang terjadi sekarang ini agar diselesaikan terlebih dahulu. Setelah selesai baru akan melanjutkan proses dan bahas terkait langkah-langkah selanjutnya.

Masyarakat Desa Asah Gobleg, Kecamatan Banjar,  selama ini kesulitan untuk menempuh pendidikan wajib belajar 12 tahun. Gedung smp memadai namun  pendukung gedung atau sekolah SMA/SMK belum memadai. Kalau tidak dibangun cenderung tidak akan  melanjutkan pendidikan.

Adapun pemintaan masyarakat Desa Asah Gobleg kepada Komisi IV diharapkan membantu sarana prasarana pendidikan berupa gedung baru SMK/SMA.

“Kami mengharapkan selesaikan dulu permasalahan, kalau sudah clear, kami siap mengawal pembangunan gedung sekolah,” tandas Budiarta. (bud/bpn/tim).