Terkendala Sebagai Rujukan Covid, Pengusulan RS Giri Emas Jadi Tipe D Tertunda

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa
Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa

BULELENG, balipuspanews.com – Keinginan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mengusulkan Rumah Sakit (RS) Pratama Giri Emas di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali pada tahun ini agar menjadi RS tipe D.

Bahkan secara berjenjang nantinya bisa meningkatkan status ke tipe C dan selanjutnya. Keinginan pegusulan menjadi tipe D disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng beberapa hari sebelumnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa menyampaikan bahwa saat ini RS Pratama Giri Emas masih dalam status Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang dimana, FKTP itu diakuinya masih setara dengan Puskesmas.

Kedepan peningkatan dari status rumah sakit perlahan harus dilakukan secara berjenjang. Sehingga saat ini sudah mulai diajukan untuk peningkatan status ke tipe D.

“Agar dapat menerima pasien rujukan dan bisa mengelola pendapatannya sendiri,” jelasnya.

Dilihat dari segi sistem pembayaran kapitasi adalah system pembayaran yang dilaksanakan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama khususnya Pelayanan Rawat Jalan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang didasarkan pada jumlah peserta yang terdaftar di Faskes tersebut dikalikan dengan besaran Kapitasi per jiwa.

Keseriusan peningkatan status menjadi tipe D ini mulai dilihat dengan diterimanya analisis pengajuan yang sudah diberikan kepadanya.

“Saat ini karena masih dalam status FKTP, maka masih memakai sistem kapitasi. Saya sudah terima analisanya untuk diajukan. Sehingga nanti di SK kan menjadi rumah sakit tipe D,” paparnya.

Melihat Kabupaten Buleleng saat ini memiliki dua RS Pratama yaitu RS Pratama Giri Emas dan RS Pratama Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Dua RS Pratama tersebut sudah siap diusulkan untuk peningkatan status secara bersamaan.

Namun, sayangnya pada RS Pratama Giri Emas tertunda karena sebelumnya dijadikan rujukan pasien terkonfirmasi Covid-19. Akan tetapi pihaknya tidak khawatir sebab nantinya, setelah tidak menjadi RS rujukan pasien Covid-19, sudah kembali bisa diusulkan lagi untuk menjadi RS tipe D.

“Semua ada tingkatannya. Tidak bisa dari FKTP langsung ke tipe C. Setelah tipe D berjalan, segala fasilitas tercukupi, baru bisa diajukan lagi menjadi tipe C,” terangnya.

Tak hanya demikian pada tahun ini RS Pratama Tangguwisia sudah terakreditasi tipe D. Bahkan sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sehingga RS Pratama Tangguwisia sudah bisa mengelola keuangannya sendiri. Baik itu penyediaan lahan parkir, kantin, atau sektor lainnya. Dengan demikian hal ini sudah bisa mendorong PAD di Kabupaten Buleleng.

“Itu bisa membantu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan