Sapi di Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews. com – Kasus tewasnya sejumlah sapi diwilayah Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, akhirnya terkuak. Sebelumnya banyak spekulasi penyebab tewasnya sapi tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV yang dipasang diwilayah tegalan warga, diketahui sapi-sapi tersebut diakibat serangan gerombolan anjing liar.

Beberapa bulan terakhir kasus tewasnya sapi dengan kondisi jeroan hilang, terjadi dibeberapa desa meliputi Desa Langgahan, Desa Bayung Cerik, Desa Belandingan.

Kasubbag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya bersama warga memang CCTV didekat kadang warga. Kemudian dari hasil rekaman CCTV tersebut diketahui bahwa tewas sapi akibat serangan ajing liar. “Jadi yang selama ini hanya bisa menduga-duga siapa pelakunya, binatang buas jenis apa, dan sekarang terungkap jika pelaku gerombolan anjing liar,” terangnya Senin (5/11).

Pihaknya tidak menampik jika selama ini banyak dugaan penyebab tewasnya sapi-sapi tersebut, mulai dari binatang buas seperti macan, makhluk gaib hingga orang yang mempelajari ilmu hitam. “Kami sudah koordinasikan dengan warga disana untuk melakukan penyisiran ke goa-goa kecil kecil anjing hutan liar itu berkembang biak.
Koordinasi dinas peternakan untuk dilakukan eliminasi,” sambungnya seraya mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Camat serta Danramil.

Lanjutnya, untum kasus teranyar terjadi Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita, sapi milik I Made Mudita warga Banjar Langgahan Kangin, Desa Langgahan ditemukan tewas. Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan kepihak kepolisian. “Dari laporan tersebut anggota kami melakukan olah TKP, didapati sapi tewas dengan luka robek pada bagian leher, luka robek pada bagian dada, organ dalam hati dan paru hilang, daging pada bagian dada dan paha kiri habis, luka lubang dan goresan di bagian punggung dan kedua paha belakang. Kemudian dari hasil pengecekan CCTV, sapi tewas diterkam gerombolan anjing liar,” beber AKP Sulhadi. Kemudian kasus sapi tewas tercatat ada 12 kasus.

Sementara itu Kapolsek Kintamani Kompol I Putu Gunawan, SH., M.H., menghinbau kepada masyarakat :

1. Buatkan kandang shg sapi dan induk tdk terpisah, apabila tdk memiliki kandang agar bila sore hari dibawa anak sapi ke rumah.
2. Pasang jebakan.
3. Jgn berfikir mistik atau niskala (buat upacara ini itu).
5. Jgn mengaitkan dg ilmu pesugihan atau ilmu Hitam yang bisa
menuduh perseorangn dgn isu negatif. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...