Terlapor Pengurus LPK Darma Diperiksa Penyidik Polresta Denpasar, Status Masih Saksi

5 korban asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang penipuan perekrutan para korban untuk bekerja ke luar negeri
5 korban asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang penipuan perekrutan para korban untuk bekerja ke luar negeri

DENPASAR, balipuspanews.com – Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar telah memeriksa terlapor pengurus Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Darma Bali, berinisial RSN, pada Senin (7/9/2020). Terlapor RSN diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penipuan bekerja di luar negeri dengan 5 korbannya asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kasus ini terlapor RSN asal Adonara, Flores Timur itu diduga yang merekrut para korban untuk bekerja ke luar negeri. Para korban direkrut sejak Tahun 2018 bersama puluhan orang lainnya.

Tapi, belum diketahui jelas bagaimana para korban tertahan di Bali dan tidak jadi diberangkatkan ke luar negeri. Padahal korban sudah mengeluarkan uang puluhan juta dengan cara kredit di Bank BRI Cabang Larantuka, Flores Timur, dan Bank Fajar di Denpasar.

Hingga kini, terlapor RSN belum biaa dimintai keterangannya setelah diperiksa, penyidik Satreskrim Polresta Denpasar, pada Selasa (8/9/2020). Wartawan ini sempat menghubungi melalui WhatsApp namun tidak dibalas.

Sementara itu, Kuasa hukum para korban, Petrus Bala Patyona SH berharap agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan perdagangan orang ini.

“Kami berharap supaya cepat ditetapkan tersangkanya. Tidak hanya, RSN, Bupati Flores Timur juga harus diperiksa. Bila perlu ditetapkan tersangka,” tegas Petrus.

Bagian lain, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi belum memberikan komentar resmi terkait pemeriksaan RSN walau sudah dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (8/9/2020).

Sebagaimana diinformasikan, lima pemuda Flores membuat laporan  pengaduan ke Polresta Denpasar terkait dugaan penipuan tenaga kerja ke luar negeri. Mereka yakni Magdalena M J Letor, Servasius Yubileum Bily, Emanuel Kedang, Hermanus Wika Hera, dan Laorensius Diaz Riberu.

Kelima korban direkrut terlapor RSN di Flores Timur setelah semua baru lulus SMA. Rencananya para korban ini manggang ke sejumlah negara. Nyatanya sampai sekarang para korban terkatung-katung di Bali tanpa kejelasan.

Para korban mengaku mengalami kerugian puluhan juta dari uang yang dikumpulkan orang tuanya yang dipinjam di Bank BRI Cabang Larantuka. Bahkan orang tua korban malah menggadai sertifikat tanah agar anaknya bisa bekerja di luar negeri.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan