Terlibat Curanmor, Dode Bersaudara Diringkus Polisi

Dua bersaudara asal Bangli diamankan karena terlibat Curanmor
Dua bersaudara asal Bangli diamankan karena terlibat Curanmor

KARANGASEM, balipuspanews.com – Kakak-beradik asal Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli tertunduk lesu dengan kondisi tangan diborgol setelah diringkus oleh jajaran Satreskrim Polres Karangasem lantaran terlibat aksi pencurian sepeda motor.

Perbuatan keduanya terbilang cukup rapi, pasalnya sebelum mereka beraksi, Dode bersaudara tersebut terlebih dahulu berkeliling melakukan pengintaian terhadap targetnya. Bahkan, keduanya selain membawa peralatan seperti kunci pas, obeng maupun tang juga membawa bahan bakar untuk cadangan apabila motor yang dicuri kehabisan minyak.

“Kedua Tersangka Dode Alit Angga Tirta (22) dan adiknya Dode Ari OT (14), tertangkap dijalan Nenas, Amlapura. Keduanya biasanya beraksi pada saat malam hari, sasarannya motor yang kuncinya nyantol, dan motor yang terparkir dipinggir jalan dan motor yang luput dari pantauan pemiliknya,” terang Kapolres Karangasem, AKBP. Ni Nyoman Suartini saat menggelar pres release, pada Rabu (30/9/2020).

Keduanya memang sudah menjadi incaran polisi lantaran sebelumnya pada saat melakukan penyelidikan polisi menemukan sepeda motor yang dilaporkan hilang di wilayah Kabupaten Karangasem terparkir didekat rumah pelaku.

Disana polisi terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya memastikan bahwa kedua kakak beradik tersebut adalah pelaku dari pencurian sepeda motor yang telah beraksi setidaknya di empat wilayah yang ada di Kabupaten Karangasem.

Selain mengamankan Dode bersaudara, Polisi juga meringkus Muhamad Agus budi Prasetya di wilayah Denpasar. Yang bersangkutan berperan sebagai penadah, dimana motor – motor hasil curian tersebut dibongkar dan dijual satuan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Dode Alit diganjar Pasal 364 ayat 1 ke 4 dan 5 Jo Pasal 65 KUHP. Sementara adiknya Dode Oka diganjar Pasal 364 ayat 1 ke 4 dan 5 Jo Pasal 65 KUHP Jo Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Sementara, Muhamad Agus budi Prasetya yang berperan sebagai penadah diganjar pasal 480 ke 1 dan ke 2 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

PENULIS : Gede Suartawan

EDITOR : Oka Suryawan