Selasa, Februari 27, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalTersandung Bansos Fiktif, Kicen Bersama Anak dan Menantu Dijebloskan ke Penjara

Tersandung Bansos Fiktif, Kicen Bersama Anak dan Menantu Dijebloskan ke Penjara

Klungkung, balipuspanews.com – Sempat beberapa lama menghirup udara bebas, anggota DPRD Klungkung dari fraksi Partai Geridra I Wayan Kicen Adnyana akhirnya harus merasakan gerahnya hotel prodeo. Kicen terbukti memfasilitasi bantuan dana hibah bansos fiktif, hingga Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Klungkung menetapkannya sebagai tersangka. 

Kicen tak sendiri, lantaran anak dan menantunya ikut pula meringkuk di sel tahanan.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Made Agus Dwi Wirawan mengatakan penahanan terhadap saudara Kicen, anak juga menantunya dilakukan hari ini, Rabu (5/7) sekira pukul 16.00 wita. 

“Hal itu dilakukan karena ada beberapa administrasi penyidikan yang baru bisa dipenuhi,” ujarnya. 

Sebelumnya muncul pertanyaan, kenapa baru sekarang diambil tindakan penahanan?

“Kenapa baru saat ini ditahan, hal tersebut merupakan salah satu strategi penyidikan,” jelasnya. 

Saudara Kicen bersama anaknya Ketut Krisna Adiputra ditahan di Polres Klungkung.

Sedangkan menantunya, Ni Kadek Endang Astini ditahan dan dititipkan Mapolsek Kota.

Sekedar diketahui bahwasannya Wayan Kicen Adnyana ditetapkan oleh penyidik Polres Klungkung sebagai tersangka kasus bansos fiktif Rp 200 juta, pada 8 Maret 2017 lalu. 

BACA :  Rekomendasi 7 Produk Mardi Mercredi Terbaik 2024

Kicen ditetapkan sebagai tersangka bersama dua anak kandungnya, dimana keduanya telah lebih dulu ditetapkan dengan status tersangka. Anak Kicen yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Ni Kadek Endang Astiti (anak kedua) dan I Ketut Krisnia Adiputra (anak keempat). 

Kicen dijadikan tersangka, lantaran sengaja selaku anggota Dewan memfasilitasi bansos fiktif yang diajukan anaknya, Ketut Krisnia Adiputra.

Sebelum Kicen Adnyana ditetapkan sebagai tersangka, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Klungkung sudah lebih dulu menjerat dua anak kandungnya dalam kasus bansos fiktif Rp 200 juta ini, yakni Ketut Krisnia Adiputra (selaku Ketua Panitia Pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Banjar Anjingan, Desa Pakraman Getakan) dan Ni Kadek Endang Astiti (selaku Bendahara Panitia Pembagunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Banjar Anjingan, Desa Pakraman Getakan).

Ketut Krisnia Adiputra sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Desember 2016. Sedangkan Kadek Endang Astiti ditetapkan sebagai tersangka, 24 Februari 2017 lalu

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular